image

Foto: winnerguides.com

30 Desember 2017 | 18:43 WIB | Motivatips

Cara Move On Menurut Psikologi, karena Kamu Terlalu Berharga untuk Disakiti

Gagal move on merupakan penyebab rumitnya suatu hubungan.

Ketika Anda dan pasangan belum siap move on, maka Anda belum bisa memiliki hubungan. Dan ketika pasangan masih terus mengingat mantannya, beri dia space. Kalau mau kembali dengan mantannya, silakan. Berarti selama ini Anda hanya digunakan sebagai pelarian. Pada kasus ini memang agak sulit bagi perempuan untuk merebut hati pasangannya.

Anda juga jangan lupa kalau laki-laki yang sehabis putus akan lebih sulit untuk recovery. Umumnya laki-laki melakukan aksi-aksi yang menjauhkan dia dari recovery. Dia memilih pergi bersama teman-temannya, merasa hidupnya baik-baik aja, atau langsung punya pacar baru, padahal itu bukan aksi yang tepat. Karena segera mencari pasangan sesudah putus membuka potensi untuk terluka kembali.

Cara tepat untuk sukses move on adalah tidak memikirkan mantan, tidak menghubungi mantan, tidak menghubungi orang-orang yang berasosiasi dengan mantan, dan tidak membiarkan diri mengenang jalan-jalan memori. Hihihi. Jangan mengafirmasi diri bahwa Anda baik-baik saja usai putus cinta.Kalau Anda putus cinta tapi bilang baik-baik saja, berarti Anda sedang membohongi hati anda sendiri.

Menangislah jika itu bisa meluapkan kesedihan. Dan cari sahabat yang bisa menjadi tempat bersandar. Jangan bahas dia-dia-dia lagi, bakal lebih susah untuk move on (sering kan soalnya yang abis putus malah mengungkit jaman-jaman sama doi. Duh. Jangan. Fokus aja sama pengembangan diri).

Mengutip dari psikolog anak, remaja, dan keluarga Roslina Verauli, MPSi, ada beberapa ciri yang menandakan seseorang berhasil Move On, yakni:

1. Tidak buru-buru membangun relasi intim berikutnya,

2. Memberi diri waktu untuk berkembang,

3. Siap beraktivitas wajar dan menjalin relasi.

So, nggak ada alasan untuk gagal move on ya, kamu? Iya, kamu. Kamu yang masih terus kepikiran sama dia yang lukanya katanya susah diobatin. Ah siapa bilang? Biar waktu menghembusnya pelan dari hidupmu. Tapi kamu juga harus mengusahakannya agar dia segera berlalu. Selamat move on!
 

(Fadhil Nugroho Adi /SMNetwork /CN41 )