image

Foto: suaramerdeka.com/ Puthut Ami Luhur

30 Desember 2017 | 14:37 WIB | Medis

SAD-Heart Karya Mahasiswa Undip Raih Medali di Jerman

SEMARANG, suaramerdeka.com –Tim mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) berhasil membawa medali perak dalam ajang iENA International Trade Fair Ideas Inventions New Products Germany 2017 di Nuremberg Jerman pada 2-5 November 2017 lalu.

Lima mahasiswa Undip tersebut, Christian MT Sinaga, Kawidian Putri Bayu Alam, Mariana Tampubolon, Nurwarrohman Andre Sasongko dan Hizroh Rochmah Tulloh. Mereka mempresentasikan penemuannya yaitu alat pendeteksi jantung pintar (SAD-Heart/ Smart Alert Detection of Heart).

Dalam ajang yang diselenggarakan oleh International Federation of Inventors Association (IFIA) itu, mereka berlima bersaing dengan 850 inventors dari 45 negara, diantaranya Jerman, Hong Kong, India, Iran, Iraq, Malaysia, Rusia, Korea, Portugis dan Polandia. Tim juga mendapatkan penghargaan khusus berupa special awards dari JSC NIIAS, Rusia.

Ketua Tim Christian MT Sinaga menjelaskan bahwa Sistem kerja alat ini adalah untuk mendeteksi kecepatan denyut jantung dan grafik EKG dari jantung. "Keunggulan alat ini adalah portable, bisa digunakan kapanpun dan dimanapun. Alat ini dihubungkan dengan pihak keluarga pemakai dan ke rumah sakit,” kata Chirstian.

Tujuan dibuatnya alat ini adalah untuk mencegah terjadinya potensi kematian mendadak akibat serangan jantung. Untuk orang sehat, aplikasi ini menyediakan berbagai informasi dan edukasi untuk memiliki jantung sehat.

Untuk penderita serangan jantung alat ini dapat menjadi alarm pengingat ketika jantung dalam kondisi lemah, tidak stabil dan berpotensi terhadap kematian mendadak.

"Mekanisme kerja alat ini pada orang yang terkena serangan jantung adalah ketika jantung berdetak lemah, akan mengakibatkan sensor berbunyi dan secara cepat memberi sinyal pada rumah sakit terdekat juga pada apliaksi HP yang sudah ter-install di handphone masing-masing keluarga. SAD-Heart juga dilegkapi dengan alarm sehingga dapat berbunyi dan mengambil alih perhatian orang-orang yang ada di sekitar orang tersebut untuk segera memberikan pertolongan pertama," tuturnya.

Wakil Ketua Tim Kawidian Putri Bayu Alam menyatakan,  pengembangan penelitian alat SAD-Heart dalam memebuat EKG yang selanjutnya akan dikenakan di dada dan sensor pulse heart yang dipasang di tangan berbentuk jam tangan yang berfungsi untuk mengukur kecepatan denyut nadi.

Kawidian berharap adanya produk ciptaan ini dapat membantu mengurangi kematian mendadak akibat serangan jantung. Masyarakat juga dapat mendapatkan edukasi terkait cara menjaga jantung agar tetap sehat, sebagai upaya preventif dan promotif dalam mencegah kematian akibat serangan jantung.

(Puthut Ami Luhur /SMNetwork /CN33 )