image

Foto: Istimewa

14 Desember 2017 | 08:54 WIB | Kejawen

Ajian Rawa Rontek yang Legendaris

Spiritualisme atau “laku kebatinan” berkaitan dengan pemahaman manusia akan “hakekat hidup”nya. Hal ini berkaitan langsung dengan sistem religi yang dipahami dan dianut. Pada umumnya laku kebatinan dijalankan untuk mencapai derajat “manusia utama” yang disebut “Insan Kamil” dalam khazanah lain.

Namun di sisi lain laku kebatinan juga digunakan untuk mencari pesugihan, aji-aji, gendam, jimat, pusaka, dan sebagainya. Ilmu kebatinan jenis ini dalam Wedhatama dianggap kurang baik, karena dianggap melakukan persekutuan (kekarangan) dengan bangsa gaib, sebagaimana tercantum dalam pupuh Pangkur Wedhatama pada 9 berikut,

“Kekerane ngelmu karang, kekarangan saking bangsaning gaib, iku boreh paminipun, tan rumasuk ing jasad, amung aneng sajabaning dagng kulup, yen kapengok pancabaya, ubayane mbalenjani”
(Pengaruh atau andalan ngelmu karang itu berteman atau menadakan perjanjian (minta pertolongan) kepada bangsa gaib. Yang seperti itu ibaratnya hanya bedak yang tidak masuk ke jiwa raga. Tempatnya masih di luar daging. Ketika digunakan untuk menghadapi bahaya, biasanya malah jadi hambar, tidak berdaya guna)

Ajian Rawarontek
Salah satu laku kebatinan yang dahulu banyak diamalkan para leluhur adalah Ajian Rawarontek atau Pancasona. Konon, ajian ini sering digunakan oleh orang zaman dahulu untuk memperkuat diri dan pertahanannya ketika berperang. 

Dikisahkan, dengan ajian Rawarontek, seseorang akan bisa hidup kekal abadi. Seorang dengan ajian ini hanya akan mati jika tubuhnya dipisah menyeberang sungai dan digantung agar tidak menyentuh tanah. Jika jasadnya menyentuh tanah, bagian-bagian tubuh tersebut dapat kembali bersatu, dan orang yang memiliki ajian ini bisa hidup lagi. 

Namun dengan kekuatan luar biasa yang ditawarkan, ajian Rawarontek juga meminta timbal balik yang luar biasa. Rawarontek dipercaya merupakan ilmu hitam yang sesat dan erat hubunganya dengan perjanjian dengan iblis. Karena itu syarat untuk menguasai ajian ini konon sangat berat dan berbahaya.

Bahkan konon efek yang ditimbulkan cukup mengerikan karena pemilik ajian ini tidak akan bisa mati, jasadnya juga tak bisa diterima bumi. Orang-orang dengan ajian pancasona akan berubah menjadi jenglot. Tubuhnya mengecil, mengecil, dan terus mengecil, sedang rambut, gigi, dan kukunya terus tumbuh.

Untuk dapat menguasai ilmu hitam ini seseorang harus melakukan tirakat yang cukup berat dan juga menghapalkan beberapa mantra yang cukup panjang. Mantra-mantra ini harus dilafalkan sebanyak ribuan kali setiap malam selama berbulan-bulan sampai ilmu Rawarontek diperoleh. Pelaku tirakat ini juga harus berpuasa selama tujuh bulan yang dilanjut dengan puasa mutih selama 40 hari berturut-turut.
 

(Berbagai sumber /SMNetwork /CN41 )