image

Foto: Shakti Tibet Reiki

06 Februari 2018 | 20:46 WIB | Kejawen

Rajah Kalacakra, Pertahanan Diri Warisan Leluhur

Ada sebuah ajian yang kental dikenal luas oleh masyarakat Jawa. Konon, jika seseorang menguasai ajian ini, maka ia mampu mengalahkan lawan-lawan sakti, baik dari golongan manusia maupun tak kasat mata. Ajian ini sering dinamakan Aji Rajah Kalacakra.

Pemilik Aji Rajah Kalacakra diyakini memiliki kehidupan yang nyaman, tenang, dan tenteram. Oleh sebab itu banyak orang menyebut Aji Rajah Kalacakra sebagai pagar gaib. Rajah Kalacakra konon banyak dipakai prajurit Jawa pada masa lalu untuk membentengi diri dalam peperangan. Rajah ini akan memiliki efek yang maksimal jika dituliskan pada daun dan kulit binatang, khususnya kulit kijang. Namun awas, rajah ini kurang baik jika ditulis pada sebuah benda berbahan logam serta batu.

Rajah Kalacakra dikenal ampuh sebagai tameng untuk perlindungan diri dan keluarga, menghancurkan kekuatan lawan (baik manusia maupun gaib) serta mampu mengusir mahluk halus dengan cara memasangnya di tempat yang dirasa angker. Rajah ini juga bisa digunakan sebagai pagar gaib harta benda dan rumah, tolak bala dari penyakit gaib, sampai menghalau niat jahat.

Biasanya rajah ini berwujud berupa sinar yang berputar dan terletak pada dada pemiliknya. Bagi yang bisa meihat alam gaib akan bisa melihat wujud rajah ini.

Untuk menguasainya, tentu ada lelaku yang harus dijalankan. Ada yang mengatakan, pelaku ritual harus berpuasa selama 40 hari. Ada juga  yang menyebut cukup berpuasa mutih selama tujuh hari, dimulai dari Selasa Kliwon. Bacaan ajian ini yakni,

Hong Ilaheng, Sang Hyang Kala Kang Katon Sun umadep, sun umarep, singkir sumingkir, keno sanjato Prabu Kresna.

“YaMaraja – jamara Ya”
“Yamarani – Nirama Ya”
“YaSilapa – Palasi Ya”
“YaMidosa – Sadomi Ya”
“YaDayuda – Dayuda Ya”
“YaSiyaca – Cayasi Ya”
“YaSimaha – mahasi Ya”

(Fadhil Nugroho Adi /SMNetwork /CN41 )