image

Foto: Istimewa

13 Januari 2018 | 07:50 WIB | Ekonomi dan Bisnis

Pelaku Usaha Beras Diingatkan Mendag Tak Timbun Beras Impor

JAKARTA, suaramerdeka.com- Pelaku usaha beras diingatkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita agar tidak menimbun beras yang akan diimpor pemerintah. Menurut Mendag, tujuan pengadaan impor besar sebesar 500 ribu ton ditujukan untuk menstabilkan harga beras di pasaran.

"Dengan impor ini, maka sekaligus saya berikan warning (peringatan) kepada seluruh pemain beras, jangan pernah menimbun dan menyimpan beras," ujar Enggar dalam acara silaturahmi media di Gedung Kementerian Perdagangan, Jumat (12/1).

Impor beras ini, kata Mendag menjadi solusi yang sifatnya sementara (temporary) untuk menstabilkan harga pasar dan menjaga ketersediaan beras di pasaran. "Jadi, ini solusi yang temporary sampai kondisi harga stabil, dan stok mulai panen," imbuh Enggar.

Hal yang sama juga diimbau pemerintah pada saat harga bawang putih naik. Saat itu, banyak pedagang yang menimbun bawang putih di gudang. Tak heran, harganya melonjak hingga menyentuh Rp100 ribu per kilogram.

"Saya buat regulasi, saya undang mereka. Sekarang, harga di pasar induk Rp15 ribu dan tidak lebih dari Rp22 ribu di pasar eceran. Sambil kami persiapkan untuk kami produksi di dalam negeri," terangnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Kementerian Perdagangan mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand dengan volume 500 ribu ton dan akan sampai di Indonesia pada akhir Januari 2018 ini.

Namun, impor ini akan dilakukan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Di samping itu, ia memastikan bahwa kualitas beras khusus ini mirip dengan beras yang diproduksi dalam negeri, yaitu varietas IR64. “Kami menjamin, nanti beras khusus itu akan kami jual dengan harga beras medium,” pungkas Enggar.

(CNN /CN26 )