image

Foto: suaramerdeka.com/dok

13 Januari 2018 | 18:54 WIB | Pilkada Serentak

Dua Bacagub Jateng Bantah soal Mahar

SEMARANG,suaramerdeka.com- Dua bakal Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Sudirman Said, membantah soal adanya uang mahar dalam pengusungannya pada pemilihan kepala daerah Jawa Tengah 2018. Meski demikian, keduanya membenarkan jika ada biaya kampanye dan operasional yang harus dikeluarkan untuk kampanye dan  operasional.

"Selama  proses mendapatkan dukungan empat partai dan sampai saat ini pun, tidak satu pun partai yang bicara soal mahar," ucap Sudirman di Rumah Sakit Umum Pusat dr Kariadi Jl Dr Sutomo, Semarang, Sabtu (13/1).

Hal itu diungkapkan Sudirman menanggapi pernyataan mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti, yang mengaku dimintai uang oleh Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto. La Nyalla mengaku dimintai mahar Rp 40 miliar sebagai syarat maju dalam pilkada Jawa Timur.

Sudirman dalam pilkada Jawa Tengah diusung Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu menegaskan dalam mendapatkan dukungan empat partai, dirinya lebih fokus membicarakan soal visi dan rencana program pembangunan Jawa Tengah. Termasuk bagaimana ia akan didukung masyarakat Jawa Tengah.

"Tidak sekali pun berbicara soal mahar. Soal biaya untuk kampanye dan operasional itu wajar. Misalnya saja untuk keliling Jateng, tentu perlu biaya akomodasi, transportasi dan sebagainya," kata dia.

Hal yang sama diungkapkan Ganjar Pranowo usai menjalani tes kesehatan di RS Kariadi, Sabtu (13/1). Menurut politisi PDI Perjuangan itu, sejak mengikuti Pilkada, partainya tidak pernah meminta uang mahar. ''Tidak ada mahar,'' tegas Ganjar.

Menurut pria ramah ini, dalam proses Pilgub ini memang dibutuhkan dana, tetapi hal itu untuk biaya untuk kampanye. Hal ini dinilainya wajar karena calon harus berkeliling Jateng dan berpromosi.

''Biaya kampanye pasti ada. Tapi itu pun biasanya juga ada dukungan dari masyarakat dan semuanya bersifat terbuka,'' jelasnya.

Sementara itu, dalam tes kesehatan hari ke dua pada Sabtu (13/1), calon petahana  Ganjar Pranowo bersepeda menuju tempat tes kesehatan di dr Kariadi. Ganjar tiba di teras Paviliun rumah sakit tersebut pukul 7 pagi didampingi istrinya Siti Atikoh.

Setelah memarkir sepeda dan pamit dengan mencium pipi istrinya, Ganjar, yang mengenakan kaos hitam bertulisan "Jangan Lupa Bahagia", memasuki ruang pemeriksaan kesehatan.

"Kalau Jumat saya keliling sepedaan dulu sebelum ngantor. Hari ini tadi saya keliling dulu sebelum ke sini," kata Ganjar.

Sementara itu, Sudirman Said datang lebih awal sebelum pukul 07.00 WIB. Ia langsung menuju lantai 1 Paviliun Garuda RSUP dr. Kariadi Semarang. Sudirman mengatakan dirinya sudah mempersiapkan diri sesuai arahan dokter.

"Persiapannya sesuai nasihat kemarin, istirahat cukup, tadi malam diminta puasa karena mau dicek darah dan sebagainya," kata Sudirman.

Selain Ganjar Pranowo dan Sudirman Said, dua bakal calon wakil gubernur pasangan Sudirman, yakni Ida Fauziyah dan pasangan Ganjar Pranowo Taj Yasin juga mengikuti test serupa. Test berlangsung mulai pagi hingga sore hari.

Kabid Pelayanan Medis RSUP dr Kariadi Semarang, dr Nurdoko Baskoro, mengatakan ada 11 item pemeriksaan jasmani yang dilakukan terhadap 15 paslon kepala daerah yang mengikuti pemeriksaaan kesehatan.

"Ada 11 item dari mata sampai kaki antara lain ortopedi, bedah urologi, tulang, otot," terang Baskoro.

Ketua tim dokter dr Banteng Hanang Wibisono, Sp PD KP mengatakan pemeriksaan yang dilakukan di antaranya yaitu mata, telinga, gigi, penyakit dalam, jantung, urologi serta tulang. "Sejauh ini kesehatan kedua bakal calon termasuk baik tidak ada masalah kesehatan yang berarti dan berpotensi mengganggu aktivitas," ungkap dokter Banteng.

Komisioner KPU Jateng, Ikhwanudin mengatakan pemeriksaan kesehatan merupakan satu di antara syarat untuk bisa berlaga di Pilgub Jateng 2018. Hasil test kesehatan ini akan diketahui dan disampaikan ke KPU Jateng pada Selasa (16/1).

(Arie Widiarto /SMNetwork /CN38 )