image

MESIN ABSENSI: Sekretaris DPRD, Edy Hartanto, mencoba mesin absensi elektronik dengan sidik jari di DPRD, Kamis (11/1). (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

13 Januari 2018 | 23:20 WIB | Solo Metro

Absensi Elektronik ASN untuk Hitung Besaran Tamsil

KLATEN, suaramerdeka.com- Sistem absensi elektronik tahun ini diterapkan Pemkab Klaten untuk mencegah aparatur sipil negara (ASN) membolos. Absensi dengan sidik jari dan pemindai wajah itu akan digunakan untuk menghitung besaran tambahan penghasilan (tamsil).

Menurut Sekda Kabupaten Klaten, Jaka Sawaldi, mesin absensi elektronik itu sudah terpasang di beberapa kantor organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Klaten. "Untuk sementara baru dipasang di lingkungan sekretariat daerah," jelasnya, Sabtu (13/1).

Dikatakan Sekda, pemasangan yang terbatas itu baru sebagai ujicoba selama satu bulan ke depan. Kebijakan absensi itu baru akan efektif diterapkan sekitar
bulan Februari tahun ini. Selama bulan Januari, waktu yang tersedia akan digunakan untup persiapan. Misalnya mengumpulkan data semua ASN di Pemkab, mencocokan sidik jari sampai menyambungkan ke data base ASN.

Setelah diberlakukan efektif, tidak hanya OPD di lingkungan Setda saja yang akan dipasangi alat. Namun semua OPD, termasuk di luar Setda bahkan sampai ke kecamatan dan Puskesmas akan diberlakukan 2018. Dengan diterapkannya absensi elektronik itu tidak ada celah lagi ASN untuk membolos atau menitipkan absen tanda-tangan kepada rekannya.

Para ASN diminta tidak main-main dengan absensi sidik jari dan pindai wajah itu, sebab akan menjadi penentu besaran tambahan penghasilan (Tamsil). Selama ini, Tamsil diberikan 100 persen sesuai pangkat, jabatan dan golongan. Namun dengan absensi itu, Tamsil akan dihitung dari tingkat kehadiran.

Bukti Surat

Ditambahkan Sekda, sudah ada Peraturan Bupati yang mengatur teknis penghitunganya sehingga akan diterapkan tahun ini juga. Nantinya, setiap pagi setiap ASN harus absen dan saat pulang pun wajib absen. Apabila ada halangan, wajib tetap menyertakan surat tetapi bagi yang dinas luar tetap absen dan ada bukti surat tugasnya.
Dikatakan, selama ini tingkat keterlambatan ASN sekitar 8-10 persen. Namun setelah sepekan diterapkan absensi elektronik itu tingkat kehadiran sudah di atas 98 persen.

Data di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Pemkab Klaten menyebutkan jumlah ASN saat ini mencapai 10.877 orang. Terdiri dari 4.713 pria dan 6.164 wanita. Golongan I ada 176 orang, golongan II sebanyak 1.656 orang, golongan III ada 4.527 orang dan golongan IV sebanyak 4.518 orang. Jabatan pimpinan tinggi pratama ada 21 orang, jabatan administrator 133 orang, jabatan pengawas 498 orang, jabatan fungsional 2.914 orang dan jabatan teknis ada 7.267 orang.

Sekretaris DPRD Kabupaten Klaten, Edy Hartanto mengatakan, alat sudah mulai dipasang dan ASN sudah mulai diminta menguji coba. "Begitu jempol ditempelkan mesin akan mengakses dan memberi nomor absensi," tandasnya.

(Achmad Hussain /SMNetwork /CN40 )

NEWS TERKINI