image

Foto: Istimewa

14 Januari 2018 | 06:35 WIB | Nasional

Dishub Bekasi Bekukan Izin Operasional 2.284 Angkutan

JAKARTA, suaramerdeka.com- Dinas Perhubungan Kota Bekasi membekukan izin operasional 2.284 unit angkutan umum di Kota Bekasi yang berusia sudah lebih dari 15 tahun.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliani,  ribuan unit angkutan umum tersebut tidak lagi akan diremajakan. Bahkan, pihaknya pun tidak akan mengeluarkan izin operasional dari angkutan-angkutan tersebut.

“Satu-satunya jalan mereka bisa menghitamkan nomor polisinya,” ujar Yayan, Sabtu (13/1).

Yayan mengatakan, sebelum 2014 jumlah angkutan umum yang tercatat di Kota Bekasi ada sebanyak 3.488 unit. Namun, sekitar 2015 jumlah tersebut tinggal 1.457 unit. Bahkan di 2016 jumlah angkutan umum tersebut tinggal 1.204 unit.

Berkurangnya jumlah angkutan ini beberapa penyebabnya adalah lantaran para pengusaha angkutan umum yang tak bisa bertahan bersaing dengan pengemudi ojek online. Sehingga, lama kelamaan jumlah angkutan umum tersebut berkurang dengan sendirinya.

“Selain pengusaha yang malas untuk memperpanjang izin operasional mereka, saat ini mereka lebih banyak pasrah kalah saing dengan kehadiran pengemudi ojek online,” jelas dia.

Meski demikian, kata Yayan, pemerintah akan menyediakan moda transportasi masal berbasis bus. Saat ini bus ‘Trans Partiot’ memang masih dalam tahap uji coba. Bus tersebut baru beroperasi melayani trayek Harapan Indah-Terminal Bekasi.

Ke depan, lanjut dia, bus tersebut akan menjadi bus-bus pengumpan (feeder) menuju stasiun kereta,Light Rail Transit (LRT). “Meski baru satu trayek bus tersebut akan menjadi bus-bus feeder di pusat kota,” jelas dia.

(Metrotvnews /CN39 )

NEWS TERKINI