image

Foto: Antara

14 Januari 2018 | 18:35 WIB | Nasional

ICW: Penetapan Fredrich sebagai Tersangka Bukan untuk Menghancurkan Profesi

JAKARTA, suaramerdeka.com- Indonesia Corruption Watch (ICW) menegaskan tidak ada profesi yang kebal hukum. Hal tersebut disampaikan menanggapi kasus yang menjerat mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Tama Satya Langkun mengatakan, dalam menjalankan tugasnya, seorang advokat tidak boleh melanggar ketentuan dalam undang-undang atau aturan hukum. Ia menilai KPK telah memiliki cukup bukti permulaan hingga menaikkkan status Fredrich sebagai tersangka.

"Jadi saya tidak melihat (yang dilakukan KPK) ini berusaha untuk menghancurkan sebuah profesi," kata Tama, seperti dilansir Kompas.

Ia menambahkan, seorang advokat memang dilindungi undang-undang. Namun hal itu berlaku sepanjang advokat tersebut memegang etika dan tidak melanggar hukum.

"Jadi profesi apapun tidak ada yang kebal secara hukum. Ketika dia melanggar undang-undang, masa kemudian dia melanggar hukum tidak bisa diproses pidana," ujar Tama.

"Yang perlu dijadikan catatan bukan soal profesinya apa, tapi perbuatannya itu apa," tambah dia.

Sebelumnya, Fredrich ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menghalangi dan merintangi penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto. Ia sempat keberatan dengan penetapannya sebagai tersangka dan ditahan.

(KCM /CN41 )

NEWS TERKINI