image

ALAT BERAT: : Untuk menyingkirkan material longsoran yang menutup jalan provinsi di Paweden, Kecamatan Karangkobar, digunakan alat berat. (suaramerdeka.com/M Syarif SW)

12 Februari 2018 | 09:24 WIB | Suara Banyumas

Banyak Material Longsoran, Jalur Paweden Belum Bisa Ditembus

BANJARNEGARA, suaramerdeka.com- Banyaknya material longsoran yang menutup jalan di jalur Paweden, Kecamatan Karangkobar membuat upaya menembus jalan itu belum bisa dilakukan maksimal. Arus kendaraan masih memutar melalui jalur Gripit, Beji, Majatengah, Pagerpelah untuk sampai ke Karangkobar.

"Kami sudah kerahkan tiga alat berat yang di antaranya juga dari Bina Marga, namun belum bisa menembus jalan karena banyaknya material longsoran. Kemungkinan dalam beberapa hari ini bisa diatasi dan kami berencana memperbanyak alat beratnya," kata Kalak BPBD Banjarnegara, Arief Rahman.

Material longsoran berupa tanah, pohon salak, pinus dan albasia bercampur sehingga menyulitkan upaya penyingkirannya. Selain digunakan alat berat, sejumlah sukarelawan juga membantu dengan gergaji mesin untuk memotong dahan dan batang pohon yang melintang jalan.

Adapun longsoran yang berada di jalur bagian atas, antara lain di Slatri berupa tanah dan batu-batu yang menutup jalan sudah bisa disingkirkan dengan cara manual. Yakni dengan mengerahkan para sukarelawan, warga, TNI dan Polri selama beberapa hari.

Slamet, warga Desa Leksana, Kecamatan Karangkobar berharap longsoran tanah di Paweden dapat segera disingkirkan sehingga aktifitas warga dan transportasi barang maupun berbagai kebutuhan dapat dilakukan dengan mudah. Saat ini jalur transportasi melalui jalan alternatif, namun karena berputar sehingga menambah ongkos.

Selain melalui jalur Gripit, Beji, Pagerpelah kendaraan juga ada yang menempuh jalur Pagentan-Madukara hingga ke Banjarnegara dari arah Karangkobar. Jalur ini lebih jauh lagi sehingga ongkosnya sekali jalan mencapai Rp 50 ribu.

(M Syarif SW /SMNetwork /CN26 )