image

Dandim 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli bersama Kepala Dispaperkan Wonosobo Abdul Munir memberikan paparan dalam Rapat Koordinasi Sergap di Wilayah Kodim 0707/Wonosobo, di Aula Makodim setempat, Selasa (13/2) siang. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

14 Februari 2018 | 05:14 WIB | Suara Kedu

Bulog Kesulitan Serap Gabah Petani Wonosobo

WONOSOBO, suaramerdeka.com- Gudang Bulog Sawangan Wonosobo mendapat target penyaluran beras kualitas medium sepanjang 2018 mencapai 2.935 ton, sedangkan beras kualitas premium 3.288 ton. Penyaluran program beras keluarga sejahtera (rastra) setiap bulan sekitar 770 ton. Pihaknya mengalami kendala dalam hal penyerapan gabah petani, lantaran harga gabah yang ditentukan petani di Kabupaten Wonosobo di atas harga pembelian pemerintah (HPP).

Pandangan itu disampaikan Kepala Gudang Bulog Sawangan Wonosobo, Ardi Priambodo saat Rapat Koordinasi Serap Gabah Petani (Sergap) di Wilayah Kodim 0707/Wonosobo, di Aula Makodim setempat, Selasa (13/2) siang. Hadir dalam rapat tersebut, Komandan Kodim Letkol Czi Fauzan Fadli dan Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo Abdul Munir.

Tampak hadir pula, Kepala Seksi Produksi, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Dispaperkan Wonosobo Sumanto, Kepala Staf Kodim Mayor Infanteri Jaka Susila, Perwira Seksi (Pasi) Teritorial Kapten Infanteri Sugeng Hariyanto, seluruh Komandan Koramil se Wonosobo, serta pemilik rice miil yang berjumlah 21 orang. "Sepanjang 2017 tidak ada yang masuk ke Bulog, karena harga di atas HPP," ujarnya. 

Upaya yang dilakukan untuk memenuhi target beras medium 2.935 ton dan premium 3.288 ton, hal yang dilakukan dengan cara menyerap dari daerah lain yang standar harganya tidak mahal. "Program rastra tiap bulan 770 ton untuk bantuan sosial (bansos) berjalan sampai Juni. Ke depan akan diberikan voucher yang penukarannya akan ada lembaga yang ditunjuk. Terkait sergap, TNI sudah menjadi mitra petani. Proses beras masuk ke Bulog berkoordinasi dengan TNI," terang dia.

Sementara itu, Abdul Munir menyebutkan, serapan gabah dari petani ke Bulog, untuk Wonosobo memang harga gabah lebih tinggi dari HPP. Itu menjadi tantangan, tetapi bukan berarti tidak ada jalan keluar untuk memasukkan ke Bulog. "Pada forum ini, ada solusi serapan gabah petani agar Bulog bisa memenuhi target. Kehadiran pengusaha rice mill, diharapkan dapat menambah kemitraan kepada Bulog," terang dia. 

Kerja sama dengan kabupaten lain dalam penyerapan gabah juga bisa tetap dilakukan, untuk memenuhi stok beras di Bulog. Keberadaan Babinsa diharapkan juga dapat meningkatkan penyerapan gabah dan luas tambah tanam. "Upaya peningkatan produksi terkait penyediaan alat pertanian, baik untuk tanam maupun panen. Diakui, kendala yang dialami ada selisih harga gabah kering panen (GKP), gabah kering giling (GKG) dan beras antara HPP dengan dipetani," ujarnya. 

Pihaknya juga memandang, curah hujan di wilayah Wonosobo sangat tinggi, jadi diperlukan fasilitas pengering padi (Dryer). Untuk mendatangkan padi atau beras dari daerah lain, biaya operasional akan bertambah besar. Adanya cuaca ektrim yang ada di wilayah Wonosobo, dinilai Letkol Czi Fauzan Fadli memang menjadi hambatan dalam peningkatan produksi. Namun, pihaknya komitmen mendukung program ketahanan pangan di daerah.

Dari wilayah lain, Jawa Tengah menempati rangking ke 24 dari 26 provinsi di Indonesia. Serapan gabah masih rendah, makanya peningkatan kerjasama yang baik diperlukan. Perlu memaksimalkan peralatan yang sudah diberikan kepada para petani, baik dari proses tanam sampai memanen. "Kami juga memandang, harus diupayakan pengering, agar gabah bisa segera diproses giling menjadi beras," ungkapnya. 

Jika memang di Wonosobo harga gabah terlampau tinggi, memang perlu mendatangkan gabah dari daerah lain yang harganya masih rendah dibanding Wonosobo. Semua dilakukan untuk memenuhi standar yang ditentukan dari pusat. Selama ini, untuk gabah dari petani Wonosobo sulit diserap Bulog, karena harganya sangat jauh dari HPP. "Perlu tingkatkan koordinasi dalam menjaga kedaulatan pangan, agar stok beras di Bulog tetap aman," tandas dia.

(M Abdul Rohman /SMNetwork /CN39 )