image

Foto: suaramerdeka.com / dok

14 Februari 2018 | 08:57 WIB | Suara Pantura

Pemkot Tegal Jamin Logistik untuk Pengungsi Banjir Cukup

TEGAL, suaramerdeka.com- Pemerintah Kota Tegal menjamin ketersediaan logistik untuk para pengungsi , korban banjir yang melanda beberapa Kelurahan di kecamatan Margadana. Hal ini disampaikan Plt. Wali Kota Tegal, M.Nursholeh saat meninjau secara langsung lokasi banjir di Kecamatan Margadana, dan Posko I pengungsian Kantor Kecamatan Margadana.

Nursholeh menyampaikan, sudah mengecek langsung kebutuhan para pengungsi, begitu juga makanan untuk mereka. Selanjutnya, kebutuhan itu akan selalu disiapkan Pemerintah Kota dengan membuat dapur umum. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal telah mengajukan status Keadaan tanggap darurat, dan akan segera ditandatanggani Plt. Wali Kota.

Menurut Nursholeh, ini merupakan syarat dikeluarkannya bantuan dari BPBD untuk pengungsi banjir di Kecamatan Margadana. Ia menjelaskan, ada dua kelurahan yang paling parah dalam banjir di Kecamatan Margadana, yakni kelurahan Sumur Panggang dan Kelurahan kalinyamat Kulon.

Dalam menampung pengungsi, berdasarkan kesepakatan warga dan pemerintah ditempatkan di tiga titik posko pengungsian berikut dapur umumnya, yakni, kantor Kecamatan Margadana, posko dua ada di Mushola Nurul Huda dan posko tiga di Masjid Baitul Hikmah. Sabtu (10/2) pagi tercatat 400 jiwa mengungsi di tiga posko tersebut.  Tak hanya itu, Nursholeh juga menyampaikan bahwa Tenaga medis juga sudah disiapkan di beberapa titip, baik obat-obatan dan mobil ambulan yang stanby di posko banjir.

Terkait ada beberapa warga yang masih bertahan dirumah dengan alasan masih bisa di lantai dua, Nursholeh tetap menghimbau apabila rumahnya masih digenangi banjir untuk segera mengungsi. Apalagi untuk anak-anak dan orang lanjut usia yang membutuhkan penanganan khusus, kurang sehat apabila tetap bertahan di atas banjir. Menurut Nursholeh sebagian besar warga merespon cukup positif himbauan Pemerintah untuk mengungsi.

Terkait status siaga darurat bencana sampai waktu yang belum dapat ditentukan, Nursholeh berserta jajaran terkait akan memantau terus menerus perkembangan. Jika keadaan sudah berangsur membaik maka sudah status darurat bencana banjir akan dicabut.

Selain itu Nursholeh berharap, kejadian ini jangan dipolitisasi, saat ini keadaan warga sedang prihatin, Nursholeh mengajak semua pihak untuk membantu meringankan beban dari masyarakat korban banjir di Kecamatan Margadana murni karena kemanusiaan.

(Andika Primasiwi /SMNetwork /CN26 )