image

KUNJUNGI KORBAN: Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede (tengah) didampingi Kapolsek Jatipurno Iptu Edi Hanranto (kiri), mengunjungi rumah Sekar, korban pencabulan. (suaramerdeka.com / Bambang Purnomo)

14 Februari 2018 | 09:24 WIB | Solo Metro

Kapolres Wonogiri Beri Dorongan Mental pada Korban Pencabulan

WONOGIRI, suaramerdeka.com- Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede, menegaskan, peran orang tua dalam mendidik anak sangatlah dominan. Kepada para orang tua, diserukan agar sesibuk apa pun, hendaknya dapat meluangkan waktunya untuk mengasuh langsung anak-anaknya. Penegasan orang pertama di jajaran kepolisian Wonogiri ini, disampaikan ketika mengujungi Sekar (12) korban pencabulan yang baru saja melahirkan.

Kapolres merasa sangat prihatin dengan kejadian itu, dan menyempatkan membesuknya untuk memberikan dorongan mental karena dia mengalami taruma. Bersamaan itu, juga diserahkan bingkisan tali asih kepada korban.

Menurut Kapolres, korban kejahatan seksual sebagaimana yang menimpa diri Sekar tersebut, secara psikologis akan mengalami problem kesehatan mental dan tergoncang kejiwaannya, menjadi depresi dan dililit kecemasan yang berkepanjangan, bahkan menderita sindrom stress pascatrauma.

Kasus yang menimpa Sekar, lebih berpijak pada kurangnya pengasuhan dari orang tua, karena ditinggal merantau mencari nafkah. Sehari-harinya, Sekar diasuh neneknya. Menyikapi kasus Sekar tersebut, Kapolres menyerukan kepada para orang tua dan warga masyarakat, untuk melakukan langkah antisipasi dini dalam upaya mencegah dan melindungi anak-anak dari ancaman korban kejahatan seksual.

Sekar adalah siswi kelas VII salah sebuah SMP di Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri. Sejak awal Tahun 2017, dia menjadi korban pencabulan Sugu (62) tetangganya. Kakek dengan dua orang cucu itu kini ditahan untuk menjalani pemeriksaan serta dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) yang ancaman hukumannya minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun.

Korban sendiri kini tidak lagi dapat bersekolah usai melahirkan. Kasubag Humas Polres Wonogiri AKP Hariyanto dan Paur Subag Humas Polres Aipda Iwan Sumarsono, Rabu (14/2), menyatakan, kasus ini tengah dalam penanganan Unit PPA Polres Wonogiri.

 

(Bambang Purnomo /SMNetwork /CN26 )