image

MELAWAN PETUGAS: Massa pendemo Pilgub, berubah beringas berani melawan petugas, dan melakukan tindakan anarkis. Ini mereka lakukan, karena tidak puas dalam menyikapi keabsahan pemungutan dan penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU. (Foto suaramerdeka.com/Bambang Purnomo)

14 Februari 2018 | 10:24 WIB | Solo Metro

Negosiasi Gagal, Massa Beringas Bertindak Anarkis

WONOGIRI, suaramerdeka.com- Langkah negosiasi gagal diwujudkan, massa pendemo berubah jadi beringas dan bertindak anarkis. Mereka ngamuk, melakukan tindak kekerasan, merusak kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), berusaha merampas kotak suara, dan melawan petugas yang berupaya menghalaunya.

Skenario tersebut, dirancang dalam latihan bersama lintas satuan para personel Polres Wonogiri, ketika menggelar simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) Operasi Mantap Praja Tahun 2018. Acara ini digelar di halaman Gedung Olahraga (GOR) Girimandala Kabupaten Wonogiri, dipimpin Kapolres AKBP Robertho Pardede bersama Wakapolres Kompol A Aidil Fitri Syah.

Kasubag Humas Polres AKP Hariyanto dan Paur Subag Humas Polres Aipda Iwan Sumarsono, Rabu (14/2), menyatakan, latihan dan simulasi Sispamkota digelar dalam upaya mempersiapkan langkah pengamanan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng Tahun 2018. Ikut hadir para Kabag, Kasat, Kasubag, Kasi, Kanit, bersama para perwira di jajaran Polres Wonogiri.

Simulasi pelatihan Sispamkota Operasi Mantap Praja Tahun 2018 ini, diikuti oleh masing-masing satu pleton Dalmas awal, Dalmas lanjut, peleton negosiator Polwan, Tim Unit Satwa, Tim Anti Anarkis, Tim Inafis, Tim Kesehatan dan peleton Bullshit. Mereka melakukan peragaan secara terpadu dalam pengamanan dan pengawalan kotak suara hasil Pilgub 2018, lengkap dengan manuver penanggulangan tindak anarkis.

Awalnya, diketahui ada kemunculan kelompok massa yang memprotes keabsahan pemungutan suara, yang berlanjut aksi demo. Menyikapi ini, peleton negosiator yang terdiri para personel Polwan, berupaya melakukan negosiasi. Tapi gagal, karena massa merangsek ke Kantor KPU.

Untuk mengantisipasi gerakan massa ini, peleton Dalmas awal diturunkan dengan menggunakan sistem barikade pertahanan tali. Tapi ini tidak membuahkan hasil, massa melakukan gerakan penekanan untuk masuk ke Kantor KPU. Datang kemudian peleton urai bersama tim K-9 yang menyertakan anjing pintar, serta tembakan gas air mata.

Meski demikian, massa tidak mau lerai dan malah nekat melakukan pelemparan sebagai bagian dari perbuatan anarkis untuk melawan petugas, serta membuat kekacauan dengan mabakar ban bekas. Giliran maju peleton Dalmas lanjutan bertameng, untuk mendesak mundur massa pendemo dan berupaya menceraiberaikannya. Di sini terjadi jatuh korban di pihak massa pendemo dan personel Dalmas, yang kemudian ditangani tim kesehatan untuk dilarikan ke rumah sakit.

Kapolres AKBP Robertho Pardede dan Wakapolres Kompol A Aidil Fitri Syah, menyatakan, jajaran kepolisian yang menjadi garda depan pengamanan Pilgub, berupaya untuk senantiasa siap menghadapi bermacam gangguan, yang berpotensi mengacaukan jalannya pemilihan. Semua hal yang memicu kekacauan, sejak awal dicermati untuk diantisipasi, agar jalannya Pilgub 2018 berjalan aman, tertib, lancar, damai, nyaman dan terjauhkan dari berbagai tindak kekacauan.

(Bambang Purnomo /SMNetwork /CN19 )