image

Foto: suaramerdeka.com/Hendra S

14 Februari 2018 | 18:36 WIB | Semarang Metro

Luas Genangan Bertambah, Bendung Kali Sringin Diminta Dibongkar

SEMARANG,suaramerdeka.com- Hujan yang terus terjadi beberapa hari terakhir, menyebabkan genangan di sekitar Jalur Pantura di Jl Kaligawe Raya terus bertambah. Bila sebelumnya menggenangi enam kelurahan, kini bertambah menjadi sembilan kelurahan di Kecamatan Genuk.

Tiga kelurahan yang baru-baru ini terdampak, yakni Bangetayu Wetan dan Bangetayu Kulon, serta di Banjardowo. Genangan di Kelurahan Bangetayu Wetan dan Bangetayu Kulon diakibatkan muluapnya ari dari drainase di sebidang rel Kereta Api. Sementara di Kelurahan Banjardowo, penyebab banjir karena meluapnya air drainase di Jalan Wolter Monginsidi.

Camat Genuk, Ali Muhtar mengatakan sebelumnya ada enam kelurahan yang terdampak banjir yakni Trimulyo, Genuksari, Gebangsari, Terboyo Wetan, Terboyo Kulon, dan Muktiharjo Lor. Kini bertambah tiga kelurahanm yakni di Bangetayu Wetan, Bangetayu Kulon, dan di Banjardowo.

"Selasa (13/2) malam itu Bangetayu Kulon dan Bangetayu Wetan itu sempat terendam karena meluap aliran air di lokasi, dan mulai surut lagi pada Rabu (14/2) siang. Ditambah lagi di Banjardowo yang sebagian wilayahnya terendam," terang Ali usai Musrenbang di Kantor Kecamatan Genuk.

Pihaknya menambahkan, kelurahan lainnya yakni Sembungharjo dan Karangroto, juga berpotensi terdampak banjir. Hal tersebut karena geografis wilayah berada di sisi Kali Babon yang juga mengalirkan air dalam debit yang besar selama dua pekan terakhir ini.

Bendungan Dibedah

Sebelumnya dalam Musrenbang, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Terboyo Wetan Heri IsdiyonoHeri Isdiyono mengusulkan agar bendung di Kali Sringin Lama dan Baru, serta Kali Tenggang depan RSI Sultan Agung dibongkar.

Alasannya, penyebab banjir yang tak kunjung surut sejak Jumat (2/2) lalu karena laju air tertahan di bendungan tersebut. Sementara kapasitas pompa sedot tidak lebih banyak dari debit air yang mengalir. ''RW I ada 54 rumah yang terendam, RW II ada 68 rumah. Biasanya hanya 2-3 hari banjir surut, kini sampai dua pekan,'' katanya.

Bongkar

Adapun Camat Genuk Ali Muhtar membenarkan hal tersebut. Sepekan sebelumnya warga bertemu dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana menyampaikan permasalahan. Menurutnya, pembongkaran bendung itu, tidak bisa dilakukan begitu saja. Bendungan itu berfungsi menahan air laut masuk ke darat.

''Jadi kesepakatannya warga dan BBWS Pemali Juana, bendungan sedikit di lubangi dengan elevasi ketinggian tertentu agar  membantu melancarkan aliran air. Kapasitas pompa kan terbatas,'' katanya.

Sementara itu, Kepala Satker Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJSA) BBWS Pemali-Juana, Tesar Hidayat menuturkan, bendung penutup di Kali Sringin dan Kali Tenggang ketinggiannya telah dikurangi. Bila sebelumnya 1,5 meter, menjadi 1,2 meter.

''Tidak dibongkar semuanya, karena khawatir air laut akan masuk dan menyebabkan genangan semakin parah. Jadi hanya dibongkar bagian atas saja. Saat terjadi pasang air laut tinggi, akan ditutup kembali,'' ujar Tesar, kemarin.

Langkah lain yang dilakukan, yakni membuka pintu air di Sapen, Tlogomulyo, Pedurungan untuk dialirkan ke Kali Babon. Selama ini, pintu air tersebut tidak bisa dibuka karena tertutup sampah. Saat hujan deras, drainase di sapen pun melimpas ke jalanan, hingga ke Jalur Pantura di Jl Kaligawe Raya.

Kemudian menutup pintu air di Gebang Anom, Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk, tepatnya di dekat sebidang rel kereta api. Drainase dengan lebar empat meter dan kedalaman satu meter tersebut ditutup dengan karung pasir. Air diarahkan ke saluran Kali Tenggang.

''Karena pintu air belum juga datang, kami menutup saluran di Gebang Anom dengan karung pasir. Ini sebagai langkah darurat untuk mengurangi genangan di Kaligawe. Saat sudah datang, karung pasir akan dibongkar dan diganti dengan pintu air,'' tandasnya
 

(Hendra Setiawan /SMNetwork /CN38 )