image

foto: istimewa

14 Februari 2018 | 22:43 WIB | Solo Metro

PKL Tidak Harus Jualan di Alun-alun

  • Bupati Sragen Siap Dialog, Pedagang Tidak Hadir

SRAGEN, suaramerdeka.com- Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menegaskan, para Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak harus berjualan di Alun-alun Sasana Langen Putra. Karena alun-alun saat ini sudah ditata sedemikian dan digunakan untuk ruang kegiatan publik.

‘’Para PKL akan direlokasi di seputar Stadion Taruna yang lebih representatif,’’ katanya.

Bupati mengaku sudah memberikan waktu berdialog bagi perwakilan PKL, Selasa (13/2) antara Pukul 08.00-09.00 WIB. Namun perwakilan PKL tidak hadir.

Sementara itu, Sekda Tatag Prabawanto menjelaskan, alun-alun tak selalu identik dengan lokasi berjualan untuk para PKL. Di Sragen, Alun-alun Sasana Langen Putra memang dimanfaatkan bukan untuk tempat dagang PKL.

Alun-alun kecil itu berada tepat di depan kantor Pemkab Sragen, sehingga tidak diperuntukkan bagi PKL. Menurut Sekda Tatag, Sragen akan ketinggalan dengan kabupaten lain di wilayah Soloraya yang sudah memiliki ruang publik yang nyaman. ‘’Lokasi itu menjadi area publik, setelah sebelumnya diperbaiki,’’ tuturnya.

Bupati Yuni sudah mendata ada 120 PKL pedagang makanan, suvenir, dan pakaian. Dengan adanya lokasi baru yang representatif, sejumlah pedagang sudah menyetujui. Pemkab Sragen menata alun-alun sebagai ruang publik sehingga 120 PKL tetap akan direlokasi. ‘’Kalau Pemkab Sragen tidak menyiapkan tempat relokasi, itu semena-mena,’’ tutur Yuni.

Sepi Pembeli

Yatin Hartono, koodinator PKL mengaku di tempat relokasi itu kondisinya sepi, tidak seperti di alun-alun yang selalu ramai pengunjung. Para pedagang pernah direlokasi, karena dulu lokasi alun-alun sedang diperbaiki.

‘’Selama tujuh bulan berjualan di tempat relokasi itu, tempatnya sepi pembeli,’’ tutur Yatin Hartono, penjual kopi.

Karena itu setelah alun-alun selesai diperbaiki, PKL minta kerelaan Pemkab mengizinkan kembali berjualan di alun-alun.

Sekda Tatag mengungkapkan, jika pedagang mau menempati lokasi yang baru di seputar Stadion Taruna, maka bisa berjualan mulai pukul 07.00 hingga pukul 24.00 WIB, sehingga rentang waktunya lebih panjang. Sedangkan jika berjualan di alun-alun waktunya pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB. Untuk mewadahi kepentingan bersama, Sekda mendukung upaya merelokasi 120 PKL di sekitar Stadion Taruna. 

(Anindito AN /SMNetwork /CN40 )