image

Foto: Istimewa

15 Februari 2018 | 03:55 WIB | Suara Kedu

Pemkot Magelang Siap Bangun TPST Ukuran Besar

MAGELANG, suaramerdeka.com – Pemkot Magelang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersiap membangun tempat penampungan sampah terpadu (TPST) berukuran besar di wilayah Kampung Bojong, Kelurahan Jurangombo Selatan. Di TPST ini sampah akan diolah dengan menggunakan teknologi.

Kepala DLH Kota Magelang, Machbub Yani Arfian mengatakan, di Bojong sudah tersedia tanah eks bengkok seluas sekitar 4 hektar. Hanya saja, TPST bisa mulai dibangun sekitar tahun 2019, karena tahun ini pihaknya fokus pada pembebasan tanah untuk jalan masuk menuju lokasi TPST tersebut.

“Kita bebaskan tanah untuk jalannya dulu, baru TPST dibangun. Di TPST ini sampah diolah menggunakan teknologi, dan untuk residunya dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) di Banyuurip,” ujarnya di kantornya, Rabu (14/2).

Dia menjelaskan, selama ini Pemkot Magelang sudah memiliki tiga TPST ukuran kecil, salah satunya berlokasi di Jurangombo Utara. Di TPST ukuran kecil ini sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan  sampah anorganik dijual ke bank sampah.

“Ketiga TPST ukuran kecil ini sudah berjalan dengan baik. Dampaknya terlihat dari pengurangan sampah yang masuk ke TPSA. Karena itu, kita ingin menambah TPST lagi agar sampah ke TPSA semakin sedikit,” katanya.

Dibangunnya TPST Bojong ini, katanya untuk mengolah sampah yang tidak bisa lagi ditampung di tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) Banyuurip. Pasalnya, cel penampung sampah di TPSA sudah penuh.

Luasan TPSA Banyuurip yang berlokasi di wilayah Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang ini sendiri sekitar 8 hektar. Sekitar 4 hektar digunakan untuk penampungan sampah, terdiri dari 6 cel, yang semuanya sudah penuh.

Kedalaman setiap cel sekitar 7 meter dan toleransi ketinggian sampah hingga 3 meter. Setiap hari TPA menampung 350 m3 sampah atau 40 buah truk. Tanah sisanya dibuat kolam penampungan air lindi, tempat pembuatan dan penampungan kompos, taman, dan sebagainya.

“Kami tidak bisa memperluas TPSA Banyuurip, karena tidak memperoleh izin dari Kabupaten Magelang. Alasannya tidak sesuai dengan tata ruang yang ditetapkan kabupaten. Karena itu kami membangun TPST ukuran besar di Bojong,” jelasnya.

Soal dana yang perlu disiapkan untuk membangun TPST Bojong ini, Machbub belum bisa menyebutkan besaran anggarannya. Yang jelas, katanya, sampah yang masuk ke TPST Bojong akan diolah dengan teknologi canggih, sehingga yang tersisa hanya residu.

“Residu yang tidak bisa diolah lagi ini yang nantinya dibuang ke TPSA Banyuurip. Target tahun selesai untuk pembebasan jalan supaya truk bisa sampai ke lokasi TPST Bojong,” ungkapnya.

(Asef Amani /SMNetwork /CN39 )