image

MASIH AMBURADUL : Sejumlah fasilitas di kawasan Alun-alun Rembang menjelang penilaian adipura tahun ini justru masih amburadul dan sebagian di antaranya mengalami kerusakan, termasuk pagar pejalan kaki. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

15 Februari 2018 | 04:21 WIB | Suara Muria

Jelang Adipura, Alun-alun Rembang Masih Amburadul

REMBANG, suaramerdeka.com– Menjelang penilaian adipura tahun ini, kawasan Alun-alun Rembang justru masih terlihat amburadul. Sejumlah fasilitas penunjang di sana terkesan tak terawat dan sebagian lagi mengalami kerusakan.
 
Pantauan Suara Merdeka Rabu (14/2), sejumlah fasilitas yang rusak itu antara lain adalah pagar pengunjung di sisi utara. Rusaknya pagar tersebut baru saja terjadi dalam beberapa hari belakangan.

Selain itu, saluran drainase di sisi barat depan Masjid Agung ambrol cukup lebar sehingga mengancam keselamatan pengunjung. Oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU), titik ambrolnya drainase sementara hanya ditandai dengan tempat sampah.

Kondisi aspal di jalan kawasan alun-alun pun juga terlihat masih banyak berlubang sudah sejak lama. Meskipun sudah mengetahui kerusakan, dinas terkait sampai sekarang belum juga melakukan upaya perbaikan.

Masih amburadulnya kondisi alun-alun membuat keinginan Rembang meraih adipura tahun 2018 terancam. Pasalnya, selama ini kawasan alun-alun menjadi salah satu obyek penilaian tim juri yang datang tak terduga di Rembang.

Dilihat dari kewenangannya, ada dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tanggungjawab atas amburadulnya kondisi Alun-alun Rembang. DPUTARU bertanggungjawab atas drainase dan kondisi jalan di kawasan alun-alun.

Sedangkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) bertanggungjawab atas kerusakan fasilitas yang menempel di alun-alun, seperti pagar pengunjung dan puluhan pot pohon.

Minim Inovasi

Sejauh ini, Perkim terkesan minim inovasi dalam penataan alun-alun. Papan baca yang sebelumnya disediakan untuk pengunjung sudah cukup lama dirobohkan. Hingga saat ini belum jelas kapan pengadaan papan baca pengunjung itu akan dilakukan. Tahun ini, Perkim juga tidak mengantongi anggaran khusus untuk alun-alun.

“Kalau waktunya cukup menghadapi adipura, kerusakan alun-alun harus diperbaiki. Yang kurang dari alun-alun kebersihan, ambrolnya drainase. Papan baca juga sudah tidak ada lagi, membuat banyak warga kecewa,” kata Tasripin, warga yang biasa beraktifitas di kawasan alun-alun.

Plt Kepala Dinas Perkim, Joestiennarni mengaku belum mengetahui adanya fasilitas pagar alun-alun yang rusak. Ia berjanji akan segera memerintahkan petugas untuk melakukan pengecekan. Terkait masih adanya fasilitas rusak di alun-alun ia menyebut akan segera diperbaiki petugas.

“Tadi pagi saya ke alun-alun kok belum mengetahui (pagar rusak). Nanti coba akan ditata bersama teman-teman. Kalau anggaran papan baca tahun 2018 belum ada, nanti akan kami tanyakan,” ujar Joestiennarni.

Sementara itu, Kepala DPUTARU, Sugiarto menyatakan, sudah meminta petugas menangani ambrolnya drainase di sisi barat alun-alun. Begitu juga dengan lubang jalan di kawasan alun-alun, saat ini sudah mulai disurvei untuk ditangani. “Saya sudah minta agar ambrolnya drainase segera ditangani. Kerusakan jalan di sana juga sudah mulai disurvei,” papar Sugiarto. 

(Ilyas al-Musthofa /SMNetwork /CN39 )