image

Suasana Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang, Politisasi Sara untuk Pilkada Jabar 2018 Berintegritas.(suaramerdeka.com/Setiady Dwi)

15 Februari 2018 | 05:55 WIB | Pilkada Serentak

Jelang Kampanye, Bawaslu Deklarasi Tolak Politisasi SARA

BANDUNG, suaramerdeka.com- Bawaslu Jabar menggelar "Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang & Politisasi Sara untuk Pilkada 2018 Berintegritas" jelang guliran kampanye di Bandung pada Rabu (14/2) malam.

Kegiatan tersebut diikuti pasangan calon yakni duet Rindu (Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum) yang diwakili Uu, pasangan Asyik, kedua figur hadir yakni Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dan 2DM yang diwakili Deddy Mizwar.

Sedangkan pasangan Hasanah, Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan tak tampak di panggung tempat pembacaan deklarasi dan prosesi cap tangan.

Ikut menghadiri kegiatan tersebut Sekda Jabar, Iwa Karniwa, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo, dan Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari.

Menurut Ketua Bawaslu Jabar, Harminus Koto, politik uang dan politisasi SARA merusak pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu terutama atas efem yang ditimbulkanya terhadap masyarakat.

"Politik uang di antaranya berpotensi menciptakan tindakan korupsi pada saat penyelenggaraan pemerintahan nantinya, dan politisasi SARA dapat menganggu persaudaraan," tandasnya.

Ditambahkan, deklarasi itu sebagai ajakan kepada khalayak luas, terutama segenap komponen bangsa untuk mewujudkan Pilgub yang berkualitas.

Diharapkan, semua pihak bisa menjaga komitmen tersebut. Para paslon juga diminta mengedepankan gagasan dan program kerja guna menghadirkan kesejahteraan masyarakat Jabar.

(Setiady Dwi /SMNetwork /CN39 )