image

BEBAS HAMBATAN : Kendaraan melintas di tol Soker ruas Solo-Ngawi, yang boleh dilintasi kendaraan meski belum resmi beroperasi. (suaramerdeka.com/Irfan Salafudin)

17 April 2018 | 03:45 WIB | Solo Metro

Ruas Tol Solo-Sragen Jalani Uji Laik Fungsi

KARANGANYAR, suaramerdeka.com- Ruas tol Solo-Kertosono (Soker) antara Ngasem-Sragen sepanjang 35 km sudah siap pakai. Ruas tersebut saat ini sedang menjalani uji laik fungsi, untuk memastikan kondisi jalan dan seluruh infrastruktur pendukung siap, sehingga bisa segera dioperasikan secara penuh.

Sementara secara keseluruhan, pekerjaan ruas antara Ngasem hingga Ngawi (ruas Solo-Ngawi) sepanjang 90 km sudah 95 persen. Pembangunan ruas ini ditangani PT Jasa Marga Solo Ngawi (JSN). Sebelum Lebaran, ruas Solo-Ngawi bisa kelar seratus persen dan bisa untuk mudik-arus balik.

Direktur PT JSN David Wijayanto mengungkapkan, uji laik fungsi ruas Ngasem-Sragen dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubdar Kemenhub), serta dari kepolisian.

‘’Semuanya dicek, mulai dari kondisi jalan, ketidakrataan permukaan jalan, marka, tebal marka, kelengkapan rambu-rambu, pembangunan jembatan sudah selesai atau belum, fungsi saluran air, dan sebagainya. Semuanya, secara detail, diperiksa kesiapannya,’’ jelasnya.

Pengecekan itu untuk memastikan bahwa ruas jalan tol tersebut benar-benar siap dioperasikan dan aman dilintasi. ‘’Kalau lulus, aka nada sertifikat lulus uji. Setelah itu, baru bisa dioperasikan,’’  jelasnya.

Tinggal Penyelesaian

Sedangkan untuk ruas antara Sragen hingga Ngawi tidak dijelaskan, kapan akan menjalani uji laik fungsi. Namun David menyebutkan, secara umum, pembangunan ruas tol Solo-Ngawi sudah 95 persen.  ‘’Kalau main road sudah selesai. Tinggal menyelesaikan pelintasan saja,’’ katanya.

Menurutnya, antara Sragen sampai Ngawi masih ada beberapa pekerjaan overpass yang terkendala pembebasan lahan. ‘’Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa tuntas, sehingga penyelesaiannya bisa dikebut. Sebelum Lebaran, Insya Allah sudah nyambung, bisa beroperasi dari Solo sampai Ngawi,’’ katanya.

Sedangkan di wilayah Karanganyar, masih ada kendala pembebasan lahan untuk keperluan pembangunan pintu tol Kebakkramat. David mengakui, ada  beberapa bidang yang pembebasan lahannya belum tuntas di sekitar pintu tol tersebut.

‘’Tapi untuk pembebasan lahan itu tugas Kementerian PUPR dan BPN (Badan Pertanahan Nasional). Kami (PT JSN, Red) hanya membangun fisiknya saja,’’ ujarnya.

Jika pembebasan lahan tidak kunjung kelar, pintu tol Kebakkramat belum bisa dioperasikan pada saat momentum arus mudik-arus balik nanti. ‘’Tapi akan diupayakan, agar bisa segera selesai tuntas,’’ sambungnya. 

(Irfan Salafudin /SMNetwork /CN39 )