image

TEMUI PEDAGANG: Pjs Wali Kota Achmad Rofai menemui perwakilan pedagang Pasar Pagi Kota Tegal saat aksi damai menuntut keadilan di Kompleks Balai Kota Tegal, Senin (16/4). (suaramerdeka.com/Tresno Setiadi)

17 April 2018 | 19:42 WIB | Suara Pantura

Pedagang Minta Pemkot Tegas pada Investor

TEGAL, suaramerdeka.com- Pedagang Pasar Pagi Kota Tegal menilai Pemerintah Kota Tegal tidak tegas kepada investor sehingga berdampak ketidakadilan menimpa mereka. Semestinya, setelah Pemkot membayar ganti rugi Rp 12,6 miliar, aset pasar kembali menjadi milik Pemkot, namun kenyataannya, PT Sinar Permai masih menguasai aset tersebut.

Demikian dikemukakan Ketua Paguyuban Pasar Pagi Blok B dan C Chrisanto Aditomo. Akibat penguasaan aset itu, pedagang kini justru menghadapi masalah baru. Yakni adanya gugatan kepada pedagang untuk membayar biaya sewa ruko Rp 24 juta per tahun. Padahal selama ini pedagang sudah membayar retribusi ke Pemkot.

Chris juga menyampaikan putusan pengadilan yang mengabulkan gugatan investor terhadap pedagang Pasar Pagi Tegal dinilai tidak adil. Pasalnya, hakim yang memutuskan perkara itu dinilai mengabaikan salah satu perjanjian Pasar Pagi.

Sementara disampaikan Pjs Wali Kota Achmad Rofai, menyikapi persoalan tersebut sebenarnya pihaknya tidak tinggal diam.  Selain bertemu dengan perwakilan pedagang pasar pagi, ia juga sudah bertemu dengan pihak investor.

Mediasi Terhenti

Namun upaya mediasi berhenti dan investor tidak menunjukkan itikad untuk meneruskan mediasi dalam upaya perdamaian. Termasuk dalam menyelesaikan gugatan ke pedagang. Achmad Rofai memahami keinginan pedagang, namun penyelesaian persoalan tersebut tidak mudah butuh waktu dan proses panjang.

Pemkot menurutnya sudah membentuk tim khusus untuk menyelesaikan permasalahan Pasar Pagi. Bukan hanya pasar pagi saja yang bersengketa dengan investor, kata Pjs Wali Kota, pasar sore juga mengalami permasalahan yang sama dengan investor.

Dalam menyelesaikan persoalan antara pedagang dan investor, pihaknya akan menggandeng Pengadilan Negeri, lantaran ada keinginan yang sama dari Pengadilan Negeri Kota Tegal yang juga akan mengupayakan proses mediasi terhadap persoalan itu. Nantinya, pengadilan akan mengundang pihak-pihak terkait untuk membicarakan silang sengkarut Pasar Pagi.

(Tresno Setiadi /SMNetwork /CN40 )