image

Foto: suaramerdeka.com / dok

17 April 2018 | 19:54 WIB | Semarang Metro

Akademi Kepolisian Ambil Bagian Dukung Pariwisata Semarang

SEMARANG, suaramerdeka.com- Pembangunan sektor pariwisata yang sedang digalakkan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, beberapa tahun ini, mulai mendapat dukungan dan respons yang postif dari berbagai pihak. Salah satunya dari Akademi Kepolisian (Akpol) yang memiliki gedung sekolah dan sejumlah aset di Jalan Sultan Agug Semarang.

Akpol yang diwakili Gubernur Akpol, Irjen Rycko Amelza Dahniel, bersama jajarannya menawarkan salah satu aset berupa tanah Akpol untuk mendukung pariwisata Kota Semarang. Hal ini terungkap saat beraudiensi dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Selasa (174) di Ruang VIP Wali Kota.    

Lebih lanjut dikatakan Irjen Rycko Amelza Dahniel, tanah ini terletak di dalam kampus, masih berbentuk hutan dan luasnya sekitar 2.826 m2. “Tanah tersebut luasnya 2.826 m2, posisinya tepat di pintu utama Akpol,” terang Irjen Rycko, di depan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dan jajaran yang mendampingi, antara lain Pj. Sekda, Asisten Administrasi Pemerintahan, dan Kabag Hukum.

Secara tegas Rycko menyampaikan keinginannya agar Akpol dapat menjadi bagian dari destinasi wisata di Kota Semarang. Hal tersebut diutarakannya dengan menekankan bahwa Akpol telah menjadi lebih terbuka untuk dikunjungi. "Jadi kita ingin agar Akpol menjadi destinasi wisata baru di kota Semarang,” tegas Rycko, kepada Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut.

Dirinya mencontohkan salah satunya bila ada yang ingin berkunjung untuk melihat bagaimana para taruna berlatih, maka akan dipersilakan.

Niatan Rycko tersebut disambut baik oleh orang nomor satu di kota lunpia itu. Hendi bahkan meyakini Akpol bisa menjadi daya tarik utama Kota Semarang, terkhusus sebagai wisata swa-foto, atau yang biasa disebutnya sebagai wisata digital.

“Saya rasa dari awal saya memimpin Kota Semarang sampai sekarang, baru bapak yang menawarkan kerja sama pariwisata. Untuk itu saya menghaturkan terima kasih banyak atas bantuan Bapak Gubernur (Akpol) untuk kemajuan Kota Semarang,” ungkap Hendi.

Menurut Wali Kota Semarang, pimpinan seperti ini sebenarnya sudah lama diidamkan-idamkan, apalagi hal ini sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Semarang yang mana akan ada dari Sampangan ke arah Jalan Papandayan masuk ke Akpol, kemudian tembus ke Jalan Sisingamangaraja. Namun ada beberapa kendala sehingga belum bisa direalisasikan.

Selain itu, Hendi juga mengusulkan agar Drum Band Akpol dapat ikut ambil bagian dalam kegiatan Car Free Day yang diadakan pada setiap hari Minggu di Kota Semarang. "Mungkin tidak setiap minggu, bisa sebulan sekali, tapi kita tentukan waktunya yang rutin, sehingga akan jadi sebuah hal yang ditunggu masyarakat," usul Hendi.

"Saya yakin dengan kehadiran Drum Band Akpol pasti menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk datang ke Car Free Day," optimisnya.

Sebagai permulaan, Hendi pun menawarkan untuk Drum Band Akpol dapat menjadi bagian dalam defile Semarang Night Carnival yang akan diselenggarakan pada 5 Mei 2018. "Kita start dari jam setengah tujuh malam, ada enam negara yang ambil bagian, saya senang sekali bila Akpol bisa ambil bagian dalam rangkaian HUT Kota Semarang ke-471 itu," tutur Hendi. 

Ajakan itu pun diterima oleh Rycko, bahkan dirinya juga menawarkan untuk Akpol juga bisa menampilkan Brass Band yang dimilikinya. "Taruna di samping Drum Band juga ada Brass Band, jadi main band tapi semuanya alat tiup," jelas Rycko kepada Hendi. 

(Setiawan Hendra Kelana /SMNetwork /CN40 )