image
17 Desember 2017 | Rileks

Jumanji Kembali

  • Oleh Sofie Dwi Rifayani

Fantasi liar penulis buku ”Jumanji”, Christ Van Allsburg rupanya tak lekang oleh waktu. Selang 22 tahun sejak cerita Jumanji difilmkan, tahun ini kisah legendaris tersebut dihidupkan kembali. Allsburg, yang juga menggarap cerita petualangan Zathura, menulis buku bergambar Jumanji pada 1981 silam. Pada 1995, Jumanji beralih ke layar lebar dengan disutradarai Joe Johnston. Berkat alur cerita yang menegangkan, hingga kini Jumanji masih sering dibicarakan.

Kisah bermula dari Alan Parrish (Adam Hann- Byrd), bocah lelaki 12 tahun, yang menemukan papan permainan ”Jumanji” di dekat pabrik sepatu milik ayahnya. Malam harinya, Alan berdua dengan sang teman, Sarah Whittle (Laura Bundy), memainkan papan Jumanji. Ternyata papan itu adalah permainan ajaib! Tiap dimainkan, makhluk-makhluk yang ada di papan muncul secara nyata. Sebutlah kera, juga kelelawar. Beberapa saat bermain, Alan salah langkah. Ia tersedot dalam papan Jumanji dan mendadak ada pesan di papan itu: Alan bisa terbebas jika pemain lain melempar dadu dan mengeluarkan angka lima dan delapan sekaligus. Dua puluh enam tahun kemudian, rumah lama Alan ditinggali bocah kakak beradik Judy (Kristen Dunst) dan Peter Shepherd (Bradley Pierce). Singkat cerita, mereka menemukan papan Jumanji dan memainkannya.

Mujur, dadu yang dilempar Peter bisa mengembalikan Alan (Alan dewasa diperankan Robin Williams) ke dunia ”nyata” setelah terkurung sekian lama. Ketiganya kemudian membawa serta Sarah dewasa (Bonnie Hunt) dan bekerja sama menyelesaikan permainan Jumanji. Kesuksesan filmnya membuat demam Jumanji menjadi-jadi. Papan Jumanji laku terjual meski filmnya rilis puluhan tahun silam. Seorang pembuat replika, Gemma Wright, bahkan membuat papan permainan serupa Jumanji. Bedanya, papan bikinan Wright tentu tak bisa mengeluarkan hal-hal aneh laiknya seperti film.

Dedikasi untuk Williams

Rumor film Jumanji 2 santer terdengar per Juli 2012. Tiga tahun setelahnya, Sony Pictures Entertainment mengumumkan kebenaran kabar tersebut. Sayangnya, publik tak menanggapi positif lantaran setahun sebelumnya pemeran utama Jumanji (1995), Robin Williams, meninggal dunia akibat bunuh diri. Dari yang semula akan merilis Jumanji 2 pada 25 Desember 2016, baru pada 15 April 2017 aktor Dwayne Johnson mengkonfirmasi keterlibatan dirinya dalam film itu. Trailer pertama akhirnya rilis pada 29 Juni dengan judul resmi Jumanji: Welcome to the Jungle. Apa yang baru dalam Jumanji: Welcome to the Jungle? Johnson atau yang akrab dikenal sebagai The Rock menegaskan bahwa film ini bukan reboot maupun remake Jumanji sebelumnya. Jumanji: Welcome to the Jungle merupakan sekuel alias kelanjutan dari film terdahulu. Ini sesuai misi kru Jumanji yang ingin mendedikasikan film tersebut untuk mendiang Robin Williams. ”Kami akan membuatnya bangga dan karakter Alan Parish akan selalu dikenang dan abadi selamanya di dunia Jumanji”, tulis Johnson di akun Instagram miliknya. Maka, Jumanji besutan sutradara Jake Kasdan (Bad Teacher) ini jauh berbeda dengan yang lawas.

Bukan papan manual yang jadi perantara ke dunia Jumanji melainkan video game. Ceritanya, ada empat siswa yaitu Spencer (Alex Wolf), Fridge (Ser’Darius Blain), Martha (Morgan Turner), dan Bethany (Madison Iseman) yang tengah dihukum sang guru untuk membersihkan ruang bawah tanah. Di ruang tersebut mereka menemukan video game Jumanji. Karena penasaran, mereka pun memainkan game itu. Baru saja menekan tombol ”mulai”, mereka malah tersedot ke dalam permainan. Di hutan liar Jumanji itu, tubuh keempat siswa terperangkap dalam karakter yang mereka pilih sebelumnya. Spancer menjadi Dr Smolder Bravestone (Dwayne Johnson), Fridge berubah jadi Franklin Finbar (Kevin Hart), Martha bertransformasi jadi Ruby Roundhouse (Karen Gillan), lalu Bethany beralih ke sosok Professor Shelly Oberon (Jack Black). Film bergenre fantasi, aksi, dan komedi ini dikondisikan dengan situasi terkini. Modernitas yang ada di dunia nyata berlaku pula di dunia Jumanji. Makhluk-makhluk aneh di video game Jumanji diceritakan punya alat canggih yang tidak ada di dunia nyata. Namun, cukupkah sisi modern itu yang membuat Jumanji layak ditonton per 20 Desember ini?(63)