03 Januari 2018 | Hello Kampus

Kuliah Fleksibel Sembari Bekerja

MUNGKINsulit dibayangkan bekerja sembari kuliah dengan mengambil sistem kredit semester (SKS) yang sedemikian padat. Mahasiswa S1 pada umumnya bahkan harus menempuh 147 SKS untuk sampai meraih gelar kesarjanaan. Tapi melongok aktivitas mahasiswa Universitas Terbuka (UT), semuanya dilakoni fleksibel tanpa beban berarti.

”Ya mahasiswa kami memang rata-rata sudah bekerja. Banyak profesi yang dijalankan, mulai dari guru, PNS, karyawan BUMN, bahkan tenaga kerja di luar negeri,” tutur Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Semarang, Dr Suparti MPd, di kampus Kawasan Jalan Raya Semarang-Kendal Km 14,5 Mangkang, belum lama ini.

Diakuinya, belajar adalah kewajiban semua orang. Tak cukup hanya bagi kaum muda, namun merambah berbagai usia. Alasan ini juga yang melatarbelakangi mahasiswa Universitas Terbuka rela menempuh kuliah meski mereka juga berkonsentrasi terhadap profesi masingmasing. Kuliah di kampus ini memiliki keunggulan di banding belajar pada umumnya di perguruan tinggi lain. ”Selain memberikan kuliah tatap muka, pengelola UT memfasilitasi mahasiswa untuk bisa kuliah online atau cukup hanya belajar dari modul yang telah disediakan. Jadi keunggulannya terdapat tiga model pembelajaran sekaligus, yakni tatap muka, online, dan membaca buku atau modul dari para dosen,” jelas dia didampingi Koordinator Bahan Ajar dan Bantuan Belajar, Dra Sri Sumiyati MM.

Menurut Suparti, UT merupakan Perguruan Tinggi Negeri ke- 45 di Indonesia yang diresmikan pada tanggal 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 1984. Kampus ini memiliki Fakultas Ekonomi (FEKON), Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan satu Program Pascasarjana. Secara keseluruhan kampus ini memiliki 34 program studi yang terdiri atas 28 Program Sarjana Non Pendidikan Dasar (Pendas) yakni 25 Program Sarjana dan 3 Program Diploma. Selain itu ada juga dua Program Sarjana Pendas, dan 4 Program Magister.

Jutaan Sarjana

Kampus ini tyang mencakup dari sistem perkuliahan di UPBJJ Semarang dan telah mencetak jutaan sarjana dari Sabang sampai Merauke. Jumlah itu juga didapat dari lulusan luar negeri yang menempuh perkuliahan dengan metode online.

Mereka mahasiswa UT yang tersebar di Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Australia, dan beberapa negara di Benua Eropa. Sebagian dari mereka juga tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di berbagai negara. UPBJJ Semarang belum lama ini juga menggelar Upacara Penyerahan Ijazah Periode III di Auditorium Soedarto Undip. Forum yang dihadiri Dekan FHISIP UT, Prof Daryono PhD itu, menyerahkan ijazah kepada 1.702 lulusan.

Berdasarkan angka peserta perkuliahan, kampus ini bahkan menduduki peringkat ke-6 terbesar di dunia. Jumlah mahasiswanya yang sedemikian tinggi juga karena mereka memberi kemudahan untuk mahasiswa. Utamanya memberi kesempatan yang luas bagi warga negara Indonesia dan warga negara asing, di mana pun tempat tinggalnya, untuk memperoleh pendidikan tinggi. Memberikan layanan pendidikan tinggi bagi mereka, yang karena bekerja atau karena alasan lain, tidak dapat melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi tatap muka. Selain itu kampus ini juga mengembangkan program pendidikan akademik dan profesional yang belum banyak dilirik oleh perguruan tinggi lain.(23 )