image
07 Januari 2018 | Ekspresi Suara Remaja

Antara Masa: Merayakan Awal Hingga Masa Sekarang

PERINGATANsatu dekade Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) tak hanya berlangsung secara simbolis. Untuk merayakannya, program studi di universitas swasta Jawa Tengah yang pertama kali meraih Akreditasi A ini menggelar kegiatan Antara Masa.

Antara Masa berarti masa peralihan dari awal Prodi DKVUdinus berdiri hingga kini, yang terus bergerak untuk kemajuan dunia desain komunikasi visual. Baik mahasiswa, dosen, maupun alumni DKVUdinus menyokong kegiatan yang berlangsung di Impala Space, Gedung Spiegel lantai 2, kawasan Kota Lama Semarang tersebut. Rangkaian kegiatan Antara Masa berjalan dua hari penuh, Jumat dan Sabtu (29-30/12/2017).

Terdapat peluncuran buku Rupa-Rupa: Komunikasi Visual Kekinian yang berisi tentang peran DKVdalam perkembangan masyarakat kekinian. Ada pula pameran karya monumental 10 tahun perjalanan DKVUdinus. Pameran tersebut terwujud dalam galeri virtual dengan menggunakan teknologi realitas maya virtual reality.

Teknologi ini memungkinkan seseorang seolah-olah terlibat secara fisik di sebuah lingkungan. Selain merupakan refleksi visual satu dekade DKVUdinus yang disarikan dari proses kreativitas mahasiswa dan dosen selama proses belajar mengajar, pameran ini juga menampilkan buah karya alumni DKV Udinus di dunia profesional.

Adapun diskusi panel yang dikemas layaknya talkshow menjadi ”warna” berbeda dalam kegiatan Antara Masa. Dengan mengundang berbagai narasumber, agenda ini sarat akan informasi, gagasan, pengetahuan, juga mengungkap pengalaman di dunia desain komunikasi visual. Antara Masa menghadirkan dua sesi talkshow untuk pelajar SMA/SMK. Sebagai pembuka ialah talkshow ”Desain Grafis dan Fotografi” oleh dosen DKVUdinus Dimas Irawan dan pegiat Time Travel Community Gilang Rizky Gardianto. Hari berikutnya, Antara Masa menghadirkan dua profesional User Interface (UI) dan User Experience (UX) desainer, yakni David Agus Nugroho dan Rusdhy Lengkana Jasmin, serta Ali Muqoddas dari Dian Nuswantoro Goes to Animation (DGAN) Studio sebagai pemberi materi diskusi ”Multimedia dan Animasi”.

Diskusi untuk Umum

Tak hanya untuk pelajar sekolah menengah atas, Antara Masa juga mempersembahkan sesi talkshow untuk kalangan umum. Sesi pertama adalah talkshow ”Estetika dalam Pengalaman Seni dan Estetika Fotografi”, Jumat (29/12/2017).

Acara yang berjalan mulai pukul 13.30 WIB itu dibuka oleh dosen DKVUdinus Agus Setiawan. Menurut Agus, tantangan pertama dalam mendesain adalah bagaimana karya bisa berguna bagi manusia, sekaligus terlihat indah. Keindahan, ia melanjutkan, dalam konteks apapun akan menjadi wacana yang tak akan selesai. ”Keindahan atau estetika selalu berkembang.

Maka, akan dikatakan estetik jika terus mencari dan menciptakan hal baru,” tutur Agus. Agus kemudian mencontohkan beberapa papan reklame di jalan raya. Ada beberapa kesalahan penulisan di papan reklame itu, yang kemudian bisa menimbulkan kesalahpahaman. Agus menilai, kesalahan penulisan, baik yang disengaja atau tidak, tidak mencerminkan unsur estetika. Namun, perlu disadari bahwa tiap individu memiliki penilaian berbeda tentang estetika, yang dipengaruhi oleh pengalaman.

Setelah Agus, giliran Daniar Wikan berbicara soal estetika fotografi. Jebolan S2 Fotografi Institut Seni Indonesia ini membahas awal mula seni fotografi hingga perkembangan- PERINGATANsatu dekade Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) tak hanya berlangsung secara simbolis. Untuk merayakannya, program studi di universitas swasta Jawa Tengah yang pertama kali meraih Akreditasi A ini menggelar kegiatan Antara Masa. nya di masa sekarang. ”Fotografi sempat dipandang sebelah mata karena dianggap hanya kegiatan ‘mencekrek’. Padahal fotografi bukan hanya seni mekanik karena unsur estetika selalu berkembang,” jelas Daniar.

Zaman dulu, foto dianggap estetik jika seindah warna asli. Tetapi saat ini, publik menyukai hasil fotografi yang lebih indah dari warna asli. Contohnya ialah foto pra pernikahan dengan warna foto artifisial. Dijelaskan Daniar, saat ini genre fotografi makin meluas dengan terlibatnya aspek non seni misal teknologi, sosial, spiritual, dan norma. Malamnya, sekitar pukul 18.00 WIB, terlaksana diskusi ”The Art of Nasirun” dengan pembicara Ezter Tari (Udinus), Nanang Yulianto (Universitas Sebelas Maret Surakarta), dan Arifudin Islan (Universitas Negeri Surabaya). Talkshow kembali berlanjut di hari berikutnya. Bertema ”Desain Gaya Hidup dan Harga Diri Mendekat, Merapat, dan Lebih Mengenal Warna”, acara yang berlangsung pukul 12.30 WIB ini menghadirkan dua dosen DKVUdinus, Auria F. Yogananti dan Toto Haryadi.

Selanjutnya Antara Masa mengundang Pujiyanto (UM Malang) dan Anthony Novianus Suryono (AIDIA) sebagai pembicara dalam diskusi ”Kota, Desain, dan Kuasa”, yang berjalan mulai pukul 18.30 WIB. Panel diskusi serta rangkaian acara Antara Masa bertujuan membuka kesadaran masyarakat tentang pentingnya desain, misal branding atau promosi, bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial teknologi.(Sofie Dwi Rifayani-63)