image
07 Januari 2018 | Her Spirit

Berorganisasi secara Total

Lili Kanggoana Gondokusumo, merasa terseret oleh orang-orang yang menginspirasinya. Hal itulah yang membuatnya menyelami kegiatan berorganisasi secara total. Ia menganggap berorganisasi merupakan hobi yang ditekuninya. Pada 2014, ia bergabung dengan Women International Club (WIC) Semarang dan menjadi presiden untuk periode 2014- 2017. Bersama WIC, ia memiliki segudang kegiatan.

Antara lain operasi gratis bibir sumbing, sumbangan untuk balita HIV AIDS, kacamata gratis untuk anak SD, bayi gizi buruk, modal bergulir, beasiswa anak SD dan SMP, kursi roda, dan masih banyak lagi. Ia bersama para anggotanya (WIC) menegaskan bahwa yang dibutuhkan adalah meluangkan waktu. Maksudnya, tidak sekadar berdonasi tapi terlibat langsung dengan orang-orang yang dibantu. Memberikan dukungan dari segi memfasilitasi dan menunggui mereka.

Misalnya menunggui anak-anak yang akan dioperasi bibir sumbing. "Sebelum menjalani operasi, mereka kan harus puasa, nah kadang ada ibu yang tidak tega melihat anaknya minta makan, lalu diamdiam memberikan makanan. Padahal ini bisa membahayakan anaknya ketika dioperasi. Hal-hal seperti ini yang harus diperhatikan. Karean itu, kami sampai menunggui pasien untuk memastikan tidak terjadi hal seperti itu," papar Lili.

Dari hal memfasilitasi misalnya, menyediakan akomodasi bagi keluarga anak yang akan menjalani operasi. Lili mengatakan, pemerintah memang membantu dengan memberikan operasi bibir sumbing secara gratis. Tapi di antara mereka yang membutuhkan tersebut, ada yang tempat tinggalnya jauh dari rumah sakit (di luar kota), tidak memiliki transport menuju rumah sakit, tidak memiliki tempat untuk menginap, dan tidak mendapatkan penghasilan karena tidak bekerja selama menunggui sang anak.

Di sinilah peran Lili bersama WIC untuk membantu mereka. Adapun PR yang masih banyak, menurut Lili, adalah mengedukasi dan memberdayakan perempuan.

Banyak perempuan yang tidak memahami hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan ataupun membantu ekonomi keluarga, seperti mengajari membuat kemasan yang layak dan bagus untuk dagangannya supaya memiliki daya jual. "Banyak hal yang tidak terlihat, di sinilah peran saya dan teman-teman untuk membantunya," ujarnya.(58)