13 Januari 2018 | Hukum

Tiga Perampok Ditembak di Solo dan Sragen

  • Merampok Nasabah Bank Rp 240 Juta

SOLO- Tiga perampok yang ditembak dan ditangkap polisi di Pasar Legi, Solo dan di areal pemakaman Desa Duyungan, Masaran, Sragen, Kamis (11/1). Sebelumnya, mereka merampok Rp 240 juta milik nasabah bank di Kota Malang, Jatim.

Tiga perampok yang terdiri atas Moh Fauzi (38) dan Antok (33) dan Andong (41) itu, telah membagi hasil kejahatannya sebelum ditembak serta ditangkap di Solo dan Sragen.

Hal itu dikemukakan Wakapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai di sela-sela pengecekan kesiapan tim Satgas Anti-Black Campaign dalam Pilgub Jateng di Mako 2 Polresta Surakarta, Jalan Slamet Riyadi, Gedengan, Solo, Jumat (12/1).

Andy Rifai menambahkan, sebelum beraksi di Malang, ketiganya juga merampok di Sidoarjo, Kediri, dan wilayah lainnya.

Setelah merampok di Nganjuk, Jatim, mereka kabur ke Kutoarjo Purworejo, lalu ke Yogyakarta, dan Klaten. Mereka menginap di salah satu hotel di Solo. ‘’Ketiganya juga berencana beraksi di Kota Solo.

Namun sebelum beraksi, mereka ditangkap anggota Satreskrim Polresta Malang di Pasar Legi Solo maupun ditangkap anggota Polres Sragen di areal pemakaman Desa Duyungan, Masaran,’’ tandasnya.

Ketiga perampok ditahan di Polresta Surakarta. Kemudian, dibawa ke Polresta Malang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

‘’Sudah puluhan kali beraksi dan ketiganya pernah masuk penjara. Namun setelah menjalani hukuman, mereka tidak jera dan beraksi lagi,’’ ungkap mantan Kapolres Kudus dan Kapolres Sukoharjo itu.

Dalam menjalankan aksi, ada yang berperan sebagai pengalih perhatian calon korban, ada yang pasang paku di jalan yang dilewati calon korban, dan ada yang menjadi eksekutor.

‘’Jika modus ini tidak berhasil, mereka baru merampok uang korban saat berhenti di suatu tempat,’’paparnya. Seperti diberitakan (SM,12- /1), tiga perampok yang beraksi berkali-kali di Jawa Timur ditangkap di Pasar Legi, Solo dan di areal pemakaman di Desa Duyungan, Masaran, Sragen, Kamis (11/1).

Mereka Fauzi, Antok, dan Andong. Sebelum ditangkap di Solo dan Sragen, ketiganya ditembak di Pasar Legi karena berusaha kabur mengendarai N-Max dan Honda Tiger.

Petugas yang mengendarai Toyota Avanza B-1645-PFG sengaja menabrak sepeda motor Fauzi yang mencoba kabur dengan berbelok kanan dari Jalan Letjen S Parman menuju ke Jalan Halmahera Pasar Legi.

Di lokasi tersebut, kedua kaki Fauzi ditembak agar tidak kembali melarikan diri. Antok dan Andong juga tertembak, namun tetap melarikan diri dengan mengendarai motor Tiger. Akhirnya keduanya tertangkap Polres Sragen di areal pemakaman Desa Duyungan, Masaran.(G11-50)