image
14 Januari 2018 | Bincang-bincang

Joko Purnomo: Partisipasi Politik Cenderung Meningkat

Tahun ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah akan menggelar pemilihan umum kepala daerah (pilkada) secara serentak. Selain di tingkat provinsi, pilkada bakal berlangsung di Kabupaten Banyumas, Temanggung, Kudus, Karanganyar, Tegal, Magelang, dan Kota Tegal. Seberapa jauh kesiapan KPU Jawa Tengah menjalankan perhelatan besar itu? Berikut perbincangan wartawanSuara MerdekaArie Widiartodengan Ketua KPU JawaTengah Joko Purnomo.

Sampai saat ini bagaimana tahapan yang sudah dilaksanakan KPU?

Tahap awal yang cukup penting sudah kami laksanakan dengan lancar, yakni pendaftaran bakal pasangan calon pada 8-10 Januari 2018. Pada masa pendaftaran itu ada dua bakal pasangan calon gubernur-wakil gubernur, yakni Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziah. Kemudian, berlanjut dengan pemeriksaan kesehatan bakal pasangan calon pada 12-13 Januari 2018 di Rumah Sakit Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang.

Setelah proses pendaftaran itu, apa tahap selanjutnya?

Selama proses pendaftaran bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah 2018, KPU akan meneliti secara administratif. KPU akan meneliti admistrasi, baik kelengkapan maupun keabsahannya. Kemudian, KPU Jawa Tengah akan mengumumkan bakal pasangan calon pada 12 Februari 2018. Setelah pengumuman selang tiga hari, tahapan kampanye resmi dimulai dan berakhir pada 24 Juni 2018.

Apa yang dilakukan KPU agar proses pilkada diketahui masyarakat luas?

Dalam kegiatan sosialisasi pilkada 2018, kami melibatkan para tokoh agama, tokoh masyarakat, supaya sosialisasi berjalan secara masif dan menjangkau semua lapisan masyarakat dan seluruh golongan. Tentu dengan tetap menjaga kegembiraan dan kedamaian bersama. Daerah-daerah terpencil akan mendapat perhatian khusus KPU. Selain itu, KPU juga telah membuat aplikasi berbasis android berSIGUB Jateng. Aplikasi itu berisi informasi seputar pemilihan gubernur 2018. Tahapannya antara lain program dan jadwal, anggaran agenda, persyaratan calon, pasangan calon, inspirasi untuk masyarakat, harapan masyarakat.

Bagaimana dengan potensi pemilih pemula?

Khusus pemilih pemula, terutama pelajar tingkat SLTA, KPU bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah. Untuk pemilih setingkat mahasiswa, kami menggandeng perguruan tinggi di Jawa Tenga agar pemilihan gubernur berkualitas, bersih, dan berintegritas. Dengan berbagai upaya dan kebijakan itu, kami berharap dapat memberikan efek cukup signifikan terhadap upaya menciptakan pemilihan gubernur yang berkualitas, bersih, berintegrasi, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pilkada serentak 2018.

Apakah selama ini sosialisasi berlangsung efektif?

Sosialisasi pilkada 2018 terus kami lakukan melalui berbagai forum dan media. Hal itu juga terbantu oleh partai politik yang gencar menyosialisasikan calon yang akan mereka usung. Untuk menuju pemilihan gubernur yang berkualitas memang perlu sosialisasi secara masif ke masyarakat.

Berkait dengan perkembangan internet, apakah itu juga mendukung proses sosialisasi?

Generasi milenial yang menjadi pemilih pemula potensial merupakan kelompok usia paling banyak mengakses internet dan media sosial. Sementara itu, penduduk yang berstatus sebagai pemilih sebagian besar adalah generasi milenial. Karena itulah, perlu kami maksimalkan dengan berbagai sarana media sosial yang saat ini digemari seperti Facebook dan Instagram.

Isi sosialisasi seperti apa yang Anda maksud?

Intinya, masyarakat harus paham hak dan kewajiban dalam pemilu. Masyarat mesti mendorong keterwujudan pemilu damai, demokratis, dan berintegritas, aktif berpartisipasi pada semua tahapan pemilu. Lebih penting lagi, keluarga sebagai clearing house terhadap informasi yang bersifat bohong atau hoaks dan mendorong kelahiran tradisi dialog dalam keluarga untuk menyikapi isu-isu kepemiluan.

Berapa jumlah pemilih pada pemilhan gubernur di Jawa Tengah pada 2018 ini?

Berdasarkan penetapan rekapitulasi daftar pemilih tetap (DPT), jumlah yang kami tetapkan 27.40. 9316 orang pemilih gubernur dan wakil gubernur. DPT pemilu itu merupakan rekap dari DPT pemilihan presiden di tujuh kabupaten/kota yang belum menyelenggarakan pilkada. Ketujuhnya adalah Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Kudus, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Banyumas.

Rekap DPT dari kabupaten/kota yang sudah menyelenggarakan pemilihan bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota 2015 dan 2017 adalah 15.473.304 orang pemilih dan 6.387.555 orang pemilih.

Berapa target pengguna hak pilih pada pilkada tahun ini?

Dari jumlah itu kami targetkan setidaknya 79,79% menggunakan hak pilih. Saya rasa kami mampu memenuhi target itu. Apalagi tren partisipan di Jawa Tengah memang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Pada pemilihan gubernur 2013, dari 27 juta pemilih yang terdata hampir 77,5% menggunakan hak pilih. Jumlah itu melebihi target yang ditetapkan KPU Pusat di Jawa Tengah, yakni sekitar 75?ri total keseluruhan pemilih.

Kalau kami sih sebenarnya ingin 100% yang berpartisipasi. Namun itu rasanya sulit. Sebab, di Jawa Tengah banyak warga yang berdomisili di luar negeri atau provinsi lain. Dari data yang kami miliki, ada sekitar 33% warga Jawa Tengah tidak berdomisili di Jawa Tengah. Nah, saat pemilihan itu kebanyakan di antara mereka tidak bisa pulang, sehingga tidak bisa menggunakan hak suara.

Apa kendala paling besar dalam pelaksanaan pilkada kali ini?

Meningkatkan partisipasi pemilih menjadi salah satu tantangan utama saat ini. Sejak pemilihan gubernur 2008 hingga 2013 keterlibatan masyarakat pemilih menggunakan hak masih lebih rendah ketimbang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di setiap kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Angka partisipasi pemilih rendah pada pemilihan gubernur kemungkinan karena daerah-daerah yang jauh dari pusat pemerintahan provinsi belum teredukasi secara politik. Bahkan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah angka partisipasi pemilih masih sedikit di atas 60 persen.

Karena itu, perlu pemahaman bersama dengan melibatkan masyarakat dan partai politik bahwa pemilihan gubernur di Jawa Tengah merupakan kerja sama. Apabila pemilihan gubernur di Jawa Tengah 2018 sukses, akan tercipta kondisi yang aman dan damai.

Kami saat ini sedang berupaya meningkatkan partisipasi pemilih. Saya juga minta media berperan dalam kaitan dengan pendidikan politik.( 44)