image

SM/Antara - DITAHAN KPK : Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi resmi ditahan KPK, Sabtu (13/1) setelah sebelumnya ditangkap pada Jumat (12/1) malam. (66)

14 Januari 2018 | Berita Utama

Laode: Tak Perlu Panggilan Kedua

  • Fredrich-Setnov Huni Satu Rutan

JAKARTA- Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, memprotes penangkapan dirinya oleh KPK. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menjelaskan, penangkapan Fredrich sesuai dengan Pasal 17 Kitab Undang- Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Pasal itu berbunyi: Perintah penangkapan dilakukan terhadap seorang yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti permulaan yang cukup.

''Jadi tidak mensyaratkan harus terlebih dahulu dipanggil dua kali. Syarat pemanggilan dua kali adalah untuk panggil paksa,'' tandas Laode, Sabtu (13/1). Laode mengatakan, penyidik telah memberi kesempatan kepada Fredrich untuk datang ke KPK tanpa paksaan, Jumat (12/1). Surat panggilan untuk pemeriksaan sudah dilayangkan KPK kepada Fredrich sejak Selasa (9/1).

''Fredrich Yunadi sudah dipanggil secara patut sejak 9 Januari 2018 untuk hadir 12 Januari 2018, yang diatur di Pasal 112 KUHAP. Namun dia tidak datang. Telah ditunggu sampai sore dan diimbau sejak awal untuk datang,'' tandas Laode.

Habisi Advokat

Sebelumnya, Fredrich berang saat ditahan KPK karena dianggap menghalangi penyidikan. Dia menuding KPK ingin menghabisi profesi advokat. ''Ini adalah suatu pekerjaan yang ingin menghabiskan profesi advokat. Hari ini saya bisa diperlakukan oleh KPK, berarti semua advokat akan diperlakukan sama dan ini akan diikuti jejak oleh kepolisian dan jaksa. Jadi advokat dikit-dikit menghalangi.

Kalau saya praperadilan, saya menang 'oh menghalangi, gara-gara kamu praperadilan kasusnya nggak bisa jalan'. Dijerat juga nanti,'' ujarnya. Fredrich mengatakan, sebagai advokat dia hanya melakukan tugas dan kewajiban membela klien Setya Novanto. Dia berdalih UU No 18 Tahun 2003 mengatur bahwa advokat tidak bisa dituntut secara perdata maupun pidana.

Menurutnya, hal itu juga diperkuat oleh putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK). Fredrich keberatan ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Dia menegaskan tidak ada perbuatan menghalangi penyidikan, apalagi bersekongkol dengan dr Bimanesh Sutarjo menyiapkan skenario saat Setnov masuk Rumah Sakit Medika Permata Hijau akibat kecelakaan.

''Sama sekali tidak ada, buktikan. Itu permainan. Nggak ada itu. Sesuatu hal rangkaian itu namanya skenario ingin membumihanguskan,'' tegasnya. KPK menepis tudingan eks pengacara Setnov itu. ''Sehubungan dengan pernyataan FY tadi yang mengesankan seolah proses hukum ini menyerang advokat, maka kami mengajak semua pihak untuk tidak menggeneralisasi profesi advokat,'' kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Sabtu (13/1).

Febri mengatakan, banyak advokat yang memiliki etika dan tidak berupaya menghalang-halangi penegak hukum. Fredrich diduga merintangi penyidikan terhadap Setya Novanto. ''KPK mengetahui banyak sekali advokat yang ketika menjalankan profesi dengan iktikad baik, sesuai dengan etika profesi dan tidak berupaya menghalang-halangi penegak hukum dalam bekerja,'' ujar Febri.

Dia pun mengatakan, profesi advokat ataupun dokter adalah profesi mulia. Febri juga mengingatkan ada ancaman pidana bagi pihakpihak yang merintangi penanganan kasus korupsi (obstruction of justice). ''Sebagai pihak yang paham hukum, kita semua tentu dapat melihat secara jernih bahwa perbuatan menghalang-halangi penanganan kasus korupsi jelas sekali ada ancaman pidananya di Pasal 21 UU Tipikor,'' tandasnya. Sementara itu, Fredrich ditahan KPK di rutan yang sama dengan mantan kliennya, Setya Novanto.

''Ya ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK. Sudah kami pertimbangkan terkait lokasi,'' kata Febri. Fredrich dan Setnov ditahan di kompleks Gedung KPK K4, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Lokasi kompleks rutan itu ada di belakang Gedung Merah Putih, kantor utama KPK. Fredrich ditangkap KPK, Jumat (12/1), menjelang tengah malam. Dia dibawa ke Gedung KPK, Sabtu (13/1) dini hari. Kemudian, Sabtu pukul 10.55 WIB, Fredrich keluar Gedung KPK mengenakan rompi oranye dan resmi ditahan.(dtc-50)

Berita Lainnya