image

SM/Irawan Aryanto - TES KESEHATAN : Para bakal calon gubernur dan wakil menjalani tes kesehatan di RSUPdr Kariadi, Sabtu (13/1). Searah jarum jam Ida Fauziah, Sudirman Said, Ganjar Pranowo, dan Taj Yasin. Kesehatan para calon terpantau baik.(66)

14 Januari 2018 | Berita Utama

Sama-Sama Bantah soal Mahar

  • Kesehatan Seluruh Calon Baik

SEMARANG- Dua bakal calon Gubernur Jateng, Sudirman Said dan Ganjar Pranowo, membantah soal uang mahar dalam pencalonan masing-masing. Meski tanpa mahar, keduanya membenarkan ada biaya yang harus dikeluarkan untuk kampanye dan kegiatan selama dan sampai proses Pilgub 2018 berakhir.

''Selama proses mendapatkan dukungan empat partai dan sampai saat ini pun, tidak satu pun partai yang bicara soal mahar,'' ungkap Sudirman di Rumah Sakit Umum Pusat dr Kariadi Jl Dr Sutomo, Semarang, Sabtu (13/1).

Hal itu diungkapkan Sudirman menanggapi pernyataan mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mattalitti yang mengaku dimintai uang oleh Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto. La Nyalla mengaku dimintai mahar Rp 40 miliar sebagai syarat pencalonan dalam Pilgub Jawa Timur.

Sudirman dalam Pilgub Jawa Tengah diusung Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu menegaskan dalam mendapatkan dukungan empat partai, dirinya lebih fokus membicarakan soal visi dan rencana program pembangunan Jawa Tengah. Termasuk bagaimana ia akan didukung masyarakat Jawa Tengah.

"Tidak sekali pun berbicara soal mahar. Soal biaya untuk kampanye dan operasional itu wajar. Misalnya saja untuk keliling Jateng, tentu perlu biaya akomodasi, transportasi dan sebagainya," kata dia. Dukungan Masyarakat Hal sama diungkapkan Ganjar Pranowo setelah menjalani tes kesehatan di RS Kariadi, Sabtu (13/1). Menurut politikus PDI Perjuangan itu, sejak mengikuti pilgub, partainya tidak pernah meminta uang mahar.

''Tidak ada mahar,'' tegas Ganjar. Menurut pria ramah ini, dalam proses Pilgub ini memang dibutuhkan dana, tetapi hal itu untuk biaya kampanye. Hal ini dinilainya wajar karena calon harus berkeliling Jateng dan berpromosi. ''Biaya kampanye pasti ada. Tapi itu pun biasanya juga ada dukungan dari masyarakat dan semuanya bersifat terbuka,'' jelasnya. Sementara itu, dalam tes kesehatan hari kedua, Sabtu (13/1), calon petahana Ganjar Pranowo bersepeda menuju tempat tes kesehatan di RSU dr Kariadi.

Ganjar tiba di teras Paviliun rumah sakit tersebut pukul 07.00 didampingi istrinya Siti Atikoh. Setelah memarkir sepeda dan pamit dengan mencium pipi istrinya, Ganjar yang mengenakan kaus hitam bertulis ''Jangan Lupa Bahagia'', memasuki ruang pemeriksaan kesehatan. ''Kalau Jumat saya keliling sepedaan dulu sebelum ngantor. Hari ini, tadi saya keliling dulu sebelum ke sini,'' kata Ganjar. Sementara itu, Sudirman Said datang lebih awal sebelum pukul 07.00 WIB. Dia langsung menuju lantai 1 Paviliun Garuda RSUPdr Kariadi Semarang.

Sudirman mengatakan dirinya sudah mempersiapkan diri sesuai arahan dokter. "Persiapannya sesuai nasihat kemarin, istirahat cukup, tadi malam diminta puasa karena mau dicek darah dan sebagainya," kata Sudirman. Selain Ganjar Pranowo dan Sudirman Said, dua bakal calon wakil gubernur Taj Yasin dan Ida Fauziyah juga mengikuti tes serupa.

Tes berlangsung mulai pagi hingga sore hari. Kabid Pelayanan Medis RSUPdr Kariadi Semarang, dr Nurdoko Baskoro mengatakan, ada 11 item pemeriksaan jasmani yang dilakukan terhadap 15 pasangan calon kepala daerah yang mengikuti pemeriksaaan kesehatan. ''11 item itu dari mata sampai kaki, antara lain ortopedi, bedah urologi, tulang, otot,'' ungkap Baskoro. Ketua tim dokter, dr Banteng Hanang Wibisono Sp PD KP mengatakan, pemeriksaan antara lain terkait kesehatan mata, telinga, gigi, penyakit dalam, jantung, urologi, dan tulang

''Sejauh ini kesehatan bakal calon termasuk baik tidak ada masalah kesehatan berarti yang berpotensi mengganggu aktivitas,'' ungkap Banteng. Komisioner KPU Jateng Ikhwanudin mengatakan, pemeriksaan kesehatan merupakan satu di antara syarat untuk bisa berlaga di Pilgub Jateng 2018. Hasil tes kesehatan ini akan diketahui dan disampaikan ke KPU Jateng, Selasa (16/1).(G2,ftp-50)