10 Februari 2018 | Spektrum

Potensi Bencana di Jateng Tinggi

POTENSIbencana di Jawa Tengah tergolong besar. Di setiap musim menyimpan potensi bencana. Pada saat musim penghujan muncul banjir dan ketika kemarau ada kekeringan. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, sebesar 91,42 persen wilayah Jateng terdapat potensi banjir.

Banjir menempati peringkat pertama, karena banyaknya sungai-sungai besar yang membelah wilayah Jawa Tengah. Di saat intensitas hujan tinggi, sungai yang sudah dangkal itu meluap karena tak bisa lagi menampung debit air yang tinggi pada saat hujan turun. Persentase bencana berikutnya adalah longsor dengan jumlah 82,85 persen lalu bencana kekeringan sebesar 77,14 persen.

Sedangkan di wilayah yang berbatasan dengan Samudera Hindia seperti Cilacap, Kebumen, Purworejo dan Wonogiri memiliki potensi bencana tsunami sebesar 11 persen. Dengan berdirinya lembaga kebencanaan di hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, diharapkan penanganan bencana dapat dilangsungkan dengan cepat dan dengan skala massif.

Kondisi kebencanaan tersebut berdampak terhadap keselamatan warga. Keberadaan tim pencarian dan penyelamatan yang tergabung dalam Badan SAR Nasional (Basarnas) berperan mencari dan menyelamatkan warga dari bencana ekstrem.

Koordinator Humas Basarnas Kantor SAR Semarang, Zulhawary Agustianto mengatakan, kecelakaan air atau bencana yang terjadi di sungai dan laut mendominasi proses pencarian dan penyelamatan.

"Banyak yang meninggal di sungai karena hanyut. Yang terbaru itu malah bunuh diri dengan menceburkan diri di sungai. Proses pencarian itu melibatkan tim SAR," ungkap dia, Jumat (9/2).

Lika-liku SAR

Proses pencarian dan penyelamatan korban berlangsung dengan mempertaruhkan nyawa. Kejadian di Temanggung pada Juli 2017 memperlihatkan risiko tim SAR sangat besar.

Empat kru helicopter dan empat personel Basarnas Kantor SAR Semarang tewas dalam kecelakaan. Kabut tebal menjadi penghambat pandangan, sehingga helicopter menabrak tebing Gunung Butak.

Zulhawary mengatakan, peristiwa tersebut selain meninggalkan duka yang mendalam terhadap tim SAR, memiliki pelajaran berharga terkait perlunya pengetahuan umum tentang lokasi wilayah yang akan didatangi.

Basarnas Kantor SAR Semarang memiliki tiga Pos SAR yakni di Jepara, Cilacap dan Solo. Medan terberat berada di Cilacap dan Jepara karena potensi banjirnya tinggi. Selain itu wilayah yang dijangkau tergolong luar.(23).

Berita Lainnya