image

SM/ Bayu Setiawan - BAYI MENGUNGSI : Sekda Brebes Emastoni Ezam bersama Kepala BPBD Kabupaten Brebes, Eko Andalas meninjau bayi yang mengungsi bersama orang tuannya di Gedung DPRD Brebes, kemarin. Di tempat itu saat ini masih bertahan sekitar 300 jiwa korban banjir.(15)

15 Februari 2018 | Suara Pantura

620 Korban Banjir Masih Mengungsi

  • Banjir di Brebes

BREBES- Sebanyak 620 korban banjir di Kabupaten Brebes, hingga Rabu (14/2), masih bertahan di beberapa tempat yang dijadikan posko pengungsian. Mereka bertahan lantaran rumahnya masih tergenang banjir dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter. Meski demikian, jumlah pengungsi mengalami penurunan drastis dibanding harihari sebelumnya.

Bahkan, beberapa posko pengungsian saat ini ditutup karena sudah tidak ada lagi korban banjir yang mengungsi. Mereka telah kembali pulang ke rumahnya karena banjir telah surut. Pantauan Suara Merdeka di lapangan, kemarin, lokasi pengungsian yang masih dihuni korban banjir di antaranya di Gedung DPRD Brebes.

Di tempat itu ada sekitar 300 korban banjir dari Kelurahan Limbangan Kulon yang bertahan, karena rumahnya masih tergenang. Selain orang dewasa, di Gedung DPRD juga banyak dihuni pengungsi anak-anak dan bayi. Bahkan, bayi yang baru umur 20 hari juga ikut mengungsi bersama ibunya.

Sementara, untuk melayani kesehatan pengungsi, tim gabungan penanggulangan banjir Kabupaten Brebes mendirikan posko kesehatan di gedung DPRD. ”Sudah dua hari ini saya mengungsi di sini (gedung DPRD-red), bersama anak saya. Rumah masih teredam, jadi saya tidak berani pulang. Tapi, mudah-mudahan besok air sudah surut dan bisa pulang ke rumah,” tutur Wati (30), salah seorang pengungsi asal Kelurahan Limbangan Kulon, kemarin (14/2).

Tanggap Darurat

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Eko Andalas menjelaskan, hingga hari ini (kemarin-red), jumlah pengungsi yang masih bertahan ada sebanyak 620 jiwa. Mereka tersebar di tiga titik posko pengungsi, salah satunya di Gedung DPRD. Sedangkan korban banjir lainnya saat ini sudah pulang karena banjir sudah surut.

Bahkan, posko pengungsi di GOR sudah tidak ada yang mengungsi sehingga ditutup. ”Totalnya saat ini masih ada 620 jiwa yang masih mengungsi. Di DPRD ada sekitar 300 jiwa pengungsi dari wilayah Kelurahan Limbangan Kulon. Sedangkan di GOR, sejak Selasa (13/2) sudah tidak ada pengungsi. Sedangkan di Kantor Pengairan saat ini pengungsi sudah pulang,” ungkapnya. Menurut dia, hampir sebagian besar banjir sudah surut, dan hanya beberapa daerah di wilayah Kecamatan Brebes yang masih tergenang.

Di antaranya, di Kaligangsa, Limbangan Wetan, Limbangan Kulon dan Kelurahan Gandasuli. ”Mudah-mudahan jika cuacanya mendukung, besok genangan sudah surut seluruhnya sehingga warga bisa kembali ke rumah,” ucapnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Brebes, Emastoni Ezam menjamin, pasokan bahan makanan bagi korban banjir yang masih mengungsi akan terpenuhi.

Sebab, stok logistik masih melimpah dan dapur umum yang dipusatkan di Kwarcab Brebes masih dibukan untuk melayani para korban banjir. Di sisi lain, bantuan dari warga yang simpatik juga terus mengalir dan langsung disalurkan. Tak hanya itu, layanan kesehatan bagi para pengungsi juga terus disiagakan. ”Saya jamin untuk makanan tidak akan kekurangan karen logistik mencukupi. Dapur umum juga terus kami buka,” ujarnya saat meninjau korban banjir yang mengungsi di Gedung DPRD Brebes, kemarin.

Lebih lanjut dia mengatakan, tanggap darurat nantinya tetap akan dilaksanakan selama 14 hari. Meski banjir sudah surut, tanggap darurat tetap akan dilaksanakan. Itu bukan hanya untuk melayani korban banjir, tetapi untuk proses administrasi setelah kegiatan. ”Tanggap darurat ini akan kami laksanakan 14 hari,” tuturnya.(H38-15)

Berita Lainnya