image

SM/Dini Failasufa : PENTAS DI PIS : Sejumlah pemain Liong pentas di Pasar Imlek Semawis (PIS) 2018, meski hujan mengguyur , kemarin.(57)

15 Februari 2018 | Semarang Metro

Beri Pendidikan Budaya dan Lingkungan

SEMARANG- Tiga panggung budaya hadir di Pasar Imlek Semawis (PIS) 2018 Cia Gwee 2569, di Jalan Gang Pinggir-Wotgandul Timur, Kawasan Pecinan. Pertunjukan kesenian, pameran budaya, hingga pendidikan tentang lingkungan ini berlangsung selama tiga hari, Senin-Rabu (12-14/2).

Panggung utama bertempat di mulut Jalan Gang Gambiran, yang diisi pentas seni dan musik dari anak-anak sekolah, komunitas, sanggar kesenian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, pertunjukan kesenian, serta kebudayaan Tionghoa. Panggung di Gang Tengah menampilkan pertunjukan wayang Potehi. Adapun di area terbuka, pertigaan depan Kelurahan Kranggan menampilkan atraksi barongsai dan liong, dog fashion show, lomba model kebaya encim, serta foto bersama tokoh Cengge. Seksi acara PIS 2018, Ocha mengatakan, Chengge adalah replika dari tokoh pahlawan atau dewa legenda Tiongkok.

Beberapa karakter yang ada di PIS 2018 antara lain Dewa Petir, Raja Langit, Dewa Bintang Selatan, Dewi Kwan Im, 12 Shio, Sun Go Khong, Yue Fei, Qin kui. ’’Chengge itu adalah dewa dan dewi, binatang 12 shio, ikon pahlawan legendaris dan sampai sekarang makam mereka digunakan sebagai objek wisata. Pengunjung dapat berkesempatan berfoto dengan Chengge secara gratis,’’kata Ocha. Kolaborasi dengan berbagai sekolah juga dilakukan di acara ini.

Mereka menampilkan pentas seni di panggung utama. Adapun sekolah tersebut yakni SMA Karangturi, SMA Don Bosko, SMA Sint Louis, Sekolah Tri Tunggal, Joyful Vocal Course. Sementara komunitas yang ikut berpartisipasi adalah Garuda Mas, Pejuang Semawis, Bengkel Sastra Taman Maluku. ’’Ada parade puisi dan Kesenian Truthuk Semarangan,’’imbuh dia.

Pengelolaan Limbah

Selain itu, ada kompetisi meracik kopi yang digelar di gedung Rasa Dharma. Kafe Strada memberikan produk minuman kopi secara gratis. Diskusi tentang seluk beluk kopi juga digelar. ’’Semoga kita mampu menjaga toleransi antarsesama. Hidup rukun berdampingan,’’ujar salah satu pengunjung, Vena Rahmawati. Tidak hanya berbagai kuliner di Pasar Imlek Semawis 2018, karena ada juga stan yang memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat. Lantip Waspodo, Humas Marimas, mengatakan, materi edukasi lingkungan yang diberikan yakni tentang pengelolaan limbah sampah. Menurutnya mengolah limbah jenis plastik tidak sulit. Dia menjelaskan, Ecobrick yakni mengumpulkan seluruh limbah plastik yang ditemui. Kemudian pastik tersebut dicuci dan dikeringkan kemudian dipotong kecil-kecil. ’’Lalu dimasukkan dalam botol plastik dan dipadatkan menggunakan tongkat kayu atau bambu hingga penuh dan jadilah namanya Ecobrick,’’ujarnya.(akv, fri-57)

Berita Lainnya