image

SM/Anindito AN : TEMUI PENDEMO : Para PKL yang dipimpin Yatin Hartono (kanan) ditemui Sekda Tatag Prabawanto saat demo di depan Kantor Bupati, Senin (12/2). (60)

15 Februari 2018 | Solo Metro

PKL Tidak Harus di Alun-alun

SRAGEN- Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak harus menjajakan dagangannya di Alun-alun Sasana Langen Putra. Karena Alun-alun itu sudah ditata dan digunakan untuk ruang kegiatan publik.

“Para PKL akan direlokasi di seputar Stadion Taruna yang lebih representatif,” tutur Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, kemarin.

Bupati Sragen itu mengaku sudah memberikan waktu berdialog bagi perwakilan PKL, Selasa (13/2) antara pukul 08.00- 09.00. Namun perwakilan PKL tidak hadir. Sekda Tatag Prabawanto menjelaskan, Alun-alun tak selalu identik dengan lokasi berjualan untuk para PKL. Di Sragen, Alun-alun Sasana Langen Putra memang dimanfaatkan bukan untuk tempat dagang PKL. Karena Alun-alun kecil itu di depan Kantor Pemkab Sragen, sehingga tidak diperuntukkan bagi PKL. “Lokasi itu menjadi area publik, setelah sebelumnya diperbaiki,” tuturnya, kemarin.

Sehingga bagi khalayak yang berada di Alun-alun Sragen bisa melakukan kegiatan apa saja maupun berfoto selfie. Dikatakan, jika tidak ditata, lanjut Tatag, maka Sragen akan ketinggalan dengan kabupaten lain di wilayah Solo Raya yang sudah memiliki ruang publik yang nyaman.

Bupati Sragen yang akrab dipanggil Yuni itu mengatakan, pihaknya sudah mendata ada 120 PKL, di antaranya pedagang makanan, souvenir, dan pakaian. Dengan adanya lokasi baru yang representatif, sejumlah pedagang sudah menyetujui. Karena Pemkab Sragen menata Alunalun sebagai ruang publik, sehingga 120 PKL itu tetap akan direlokasi. “Kalau Pemkab Sragen tidak menyiapkan tempat relokasi, itu semena-mena,” tutur Yuni.

Sepi Pembeli

Yatin Hartono, koordinator PKL, mengaku, di tempat relokasi itu kondisinya sepi, tidak seperti di Alun-alun yang selalu ramai pengunjung. Para pedagang pernah direlokasi, karena dulu lokasi Alun-alun sedang diperbaiki. “Selama tujuh bulan berjualan di tempat relokasi itu, tempatnya sepi pembeli,” tutur Yatin Hartono yang berjualan kopi.

Karena itu, setelah Alun-alun selesai diperbaiki, PKL minta kerelaan Pemkab Sragen mengizinkan kembali berjualan di Alun-alun. Tatag mengungkapkan, jika pedagang mau menempati lokasi yang baru di seputar Stadion Taruna, maka bisa berjualan mulai pukul 07.00-24.00, sehingga rentang waktunya lebih panjang. Adapun jika berjualan di Alun-alun waktunya dimulai pukul 17.00-23.00. Untuk mewadahi kepentingan bersama, Sekda mendukung upaya merelokasi 120 PKLdi sekitar Stadion Taruna.(nin- 60)

Berita Lainnya