image

SM/ Achmad Hussain : BEREBUT BUAH DURIAN : Seorang warga keluar dari kerumunan massa yang berebut buah durian saat Festival Durian 2018 di Lapangan Randulanang, Kecamatan Jatinom, Rabu (14/2). (43)

15 Februari 2018 | Solo Metro

Ribuan Warga Serbu Festival Durian 2018

  • Banyak Tidak Kebagian

KLATEN- Ribuan warga dari berbagai daerah menyerbu acara Festival Durian 2018 yang digelar di Lapangan Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Rabu (14/2). Banyaknya warga yang datang dan tidak sebanding dengan jumlah buah menyebabkan banyak yang tidak kebagian. ”Saya dapat satu buah dan itu saja harus berdesakan. Setelah dapat malah dikeroyok dan dimakan banyak orang,” kata Bambang, warga Kalurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah, Rabu (14/2) usai berebut durian.

Ribuan warga mengalir ke lapangan sejak pukul 07.00. Meski acara belum dimulai, warga sudah memenuhi lapangan sampai ke sudut dan jalan kampung di sekitarnya. Warga yang datang tidak hanya berasal dari Kabupaten Klaten, tetapi warga Kabupaten Boyolali, Solo dan Karanganyar pun datang. Usai resmi dibuka Sekda, Jaka Sawaldi didampingi Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono, Dandim 0723/ Klaten, Letkol Inf Eko Setiyawan dan Kajari, Zuhandi, warga yang sudah tidak sabar langsung menyerbu tenda durian yang disediakan. Warga saling berebut, berdesakan dan adu kuat.

Saat ada satu warga yang dapat buah, warga lain langsung mendekat, kemudian membelah dan memakannya bersama. Bahkan ada yang kecele sebab satu karung yang berisi kulit dikira berisi buah dan diperebutkan. Bambang mengatakan, jumlah buah durian tidak sebanding dengan warga yang datang. Harusnya panitia mengatur pembagian dan warga tidak dibiarkan berebutan.

Karung Sampah

Haryono, warga lain mengatakan, tidak dapat bagian. Ikut berebut di dekat panggung tetapi ternyata karung bukan berisi buah. ”Isinya sampah kulit durian yang sudah dimakan. Saking semangatnya,” ungkapnya.

Sebab tidak dapat buah dan sudah dipesan dari rumah, terpaksa dia membeli sendiri di luar lapangan saat pulang. Harganya Rp 50.000 tidak masalah asalkan pulang membawa buah tangan durian. Sekda Kabupaten Klaten, Jaka Sawaldi mengatakan, namanya saja festival jadi buah yang dibagikan tidak boleh dibawa pulang dan harus dimakan bersama di lapangan. ”Jangan dibawa pulang sebab ini pesta bersama,” jelasnya.

Dikatakannya, buah durian Klaten memiliki cita rasa khas tidak kalah dengan daerah lain. Kegiatan itu layak dikembangkan menjadi ajang promosi potensi kabupaten. Sebab Klaten selain memiliki wilayah penghasil buah durian juga punya sentra gerabah, batik, lurik dan lainnya yang bisa ikut dipromosikan. Ke depan, bisa jadi potensi itu dikembangkan menjadi wisata agrowisata durian.

Menurut Camat Jatinom, Sip Anwar, event itu didanai dengan DPA kecamatan. ”Jumlah buah memang terbatas sebab hanya 850 buah dan diberikan gratis. Aturannya buah tidak boleh dibawa pulang jadi harus dimakan bersama di lapangan,” katanya.

Buah itu berasal dari 10 desa penghasil durian di Kecamatan Jatinom. Rasa durian dari Kecamatan Jatinom tidak kalah enak dengan daerah lain sebab juga di lereng pegunungan.(H34-43)

Berita Lainnya