15 Februari 2018 | Suara Muria

Aliran Sungai Piji Dinormalkan Lagi

  • Puluhan Relawan Bersihkan Sampah

JEKULO- Puluhan sukarelawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari berbagai unsur dibantu warga dan aparat Polres serta Kodim 0722, Rabu (14/2) bahu membahu membersihkan sampah yang menumpuk di pilar Jembatan Buk Dhuwur, Sungai Piji, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo. Sejak awal pekan ini, sampah menutup dua dari empat lorong yang berada di bawah Jembatan Buk Dhuwur.

Dikhawatirkan, bila buangan semakin menumpuk, air akan melimpah ke Jalan Kudus-Pati atau permukiman di sekitarnya ketika debit sungai meningkat. Pantauan Suara Merdeka, aktivitas pembersihan sudah dimulai sejak pukul 08.00. Tanpa ragu, puluhan sukarelawan terjun ke Sungai Piji untuk membersihkan sampah.

Beberapa di antaranya mengaitkan sampah untuk kemudian diangkat menggunakan crane yang diparkir di atas jembatan. Bukan perkara mudah untuk menjalani proses tersebut. Selain debit air yang lumayan tinggi, pembersihan cukup menguras tenaga.

”Kami mengapresiasi upaya semua pihak untuk membesihkan sampah di tempat tersebut,” kata Kepala BPBD Kabupaten Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan, yang ditemui di lokasi.

Antisipasi

Upaya pembersihan sudah dilakukan berulang-ulang. Hanya saja, kiriman debit dari kawasan atas ternyata juga membawa banyak buangan, sehingga menyumbat di jembatan. ”Setelah dikerjakan secara bergotong-royong, sampah di bawah Jembatan Buk Dhuwur akhirnya dapat dibersihkan dan aliran kembali lancar,” imbuhnya.

Sebenarnya, menjelang dan saat musim penghujan tahun 2017 hingga kemarin, sukarelawan BPBD sudah disibukkan dengan berbagai antisipasi maupun penanganan bencana.

Antisipasi yang dilakukan, salah satunya dengan membersihkan sampah di sungaisungai yang menyumbat di tiang jembatan. Sedangkan penanganan bencana mulai dari longsor hingga tanggul jebol di beberapa titik, beberapa waktu lalu.

Warga Desa Hadipolo, Amirudin mengaku tumpukan sering muncul, begitu debit Sungai Piji meningkat lagi. Sampah, terutama disebabkan batang bambu yang tersangkut dan akhirnya mengait buangan lainnya. ”Debit Sungai Piji memang masih turun naik,” imbuhnya.(H8-35).

Berita Lainnya