15 Februari 2018 | Suara Muria

Dana Kampanye Dibatasi Rp 7,670 Miliar

KUDUS- Setiap pasangan calon bupati dan wakil bupati tak boleh jorjoran dalam berkampanye. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus membatasi dana kampanye masing-masing pasangan calon hanya sebesar Rp 7,670 miliar.

Dana tersebut sudah mencakup untuk kebutuhan untuk menggelar kampanye, seperti rapat umum, pertemuan terbatas, pembuatan bahan dan alat peraga kampanye, hingga membayar jasa konsultan.

KPU juga membatasi jumlah alat peraga dan bahan kampanye yang dibuat masing-masing paslon. Tak berhenti di situ, pemasangan alat peraga kampanye (APK) juga tak boleh sembarangan. KPU telah membatasi zonasi pemasangan APK.

Pembatasan itu disampaikan Komisioner KPU Kudus pada rapat koordinasi dengan tim sukses masing-masing paslon dan instansi terkait.

Komisioner KPU Kudus Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Eni Misdayani mengatakan, kawasan alunalun harus steril dari APK. Kawasan steril yang ditetapkan, yakni jalan utama seperti Jalan Sunan Kudus mulai perempatan Jember hingga alun-alun.

Jalan Sudirman mulai perempatan Penthol hingga alun-alun, Jalan A Yani mulai Kelenteng Hok Hien Bio hingga alun-alun. Jalan dr Loekmonohadi mulai Matahari hingga alun-alun, Jalan Sunan Muria mulai PPRK hingga alun-alun, dan Jalan Pemuda mulai perempatan Sleko hingga alun-alun juga harus steril dari APK paslon.

Pawai Kampanye

Eni mengatakan, KPU Kudus akan menggelar kampanye damai pada Minggu (18/2). Setiap Paslon hanya boleh mengerahkan sebanyak 15 unit kendaraan roda empat untuk mengikuti pawai. ”Kendaraan motor dan kendaraan besar dilarang digunakan. Rute Pawai dimulai dari alun-alun hingga GOR Wergu Kudus.

Terkait dana kampanye, Komisioner KPU Divisi Hukum Naily Syarifah menambahkan, paslon harus melaporkan dana kampanye dalam tiga tahap, yakni dana awal, penerimaan, dan terakhir penerimaan dan pengeluaran.

”Untuk sumbangan dana kampanye juga ada aturannya. Untuk sumbangan dari perorangan hanya boleh maksimal Rp 75 juta. Sementara dari parpol dan badan hukum maksimal sebanyak Rp 750 juta,” katanya.(H62-35)

Berita Lainnya