15 Februari 2018 | Suara Kedu

Menanam Bunga Matahari Berbuah Rezeki

ADAyang berbeda di salah satu sudut hamparan pasir di kawasan muara Pantai Glagah di Dusun Glagah, Desa Glagah, Kecamatan Temon. Lahan berpasir itu tampak indah dengan bunga-bunga matahari berwarna kuning cerah yang bermekaran layaknya taman bunga. Lahan seluas seskitar 750 meter persegi itu semula merupakan lahan untuk menanam cabai.

Namun penggarapnya, Triantini (43) kemudian lebih memilih menanam bunga matahari pada pertengahan November 2017 lalu. Setelah rutin dirawat, akhirnya sejak Januari 2018 lalu bunga-bunga matahari mulai bermekaran dari ratusan tanaman bunga matahari tersebut.

Lantaran letaknya yang berada di kawasan objek wisata, kebun bunga matahari ini pun akhirnya banyak didatangi pengunjung untuk berfoto dengan latar belakang bunga, maupun sekadar menikmati suasana dan keindahannya. Selain dari Kulonprogo dan wilayah Yogyakarta, tidak sedikit pula pengunjung dari luar daerah seperti dari Purworejo, Magelang, bahkan ada juga yang dari Batam.

Tentu saja ini kemudian menjadi rezeki bagi Triantini, karena pengunjung yang datang ditarik tiket Rp 5.000 per orang dan parkir seikhlasnya. “Sebenarnya mau menanam cabai.

Tapi karena biaya perawatannya lebih mahal, saya berspekulasi menanam bunga matahari saja, siapa tahu bisa sukses seperti yang ada di Bantul,” ungkap Triantini, baru-baru ini.

Untuk membuat kebun bunga matahari ini, ibu dua orang anak ini mengeluarkan modal Rp 3 juta untuk membeli bibit. Namun kini keuntungan berlipat bisa didapatnya. Pada saat libur dan akhir pekan, setidaknya ada seratusan pengunjung yang datang ke kebun bunganya ini.

Sedangkan pada hari biasa tetap saja ada pengunjung yang datang walaupun hanya belasan hingga puluhan orang. “Tiket masuknya cuma Rp 5.000 untuk biaya perawatan, sedangkan bayar parkirnya sukarela,” ungkap warga Dusun Glagah, Desa Glagah yang sehari-hari merupakan ibu rumah tangga ini.

Media Sosial

Pada awal penanaman, Triantini memang harus melakukan perawatan seperti halnya merawat tanaman cabai, yakni harus rajin diberi pupuk dan disiram sehingga memerlukan biaya yang tidak sedikit. Ketika sudah mulai berbunga dan mekar maka perawatannya lebih ringan yakni pada setiap pagi dan sore dilakukan penyiraman.

“Untuk mengantisipasi kalau ada tanaman yang mati saya juga sudah menyiapkan bibit pengganti. Pengunjung juga bisa membeli bibit di sini, harganya bervariasi, dari Rp 5.000 sampai Rp 10.000,” ungkapnya.

Salah seorang pengunjung dari Jogja, Eka Sulistyaningsih (21) mengaku penasaran dengan banyaknya foto taman bunga matahari di Pantai Glagah yang tersebar di media sosial. Dia pun kemudian datang ke lokasi untuk melihat langsung, menikmati keindahannya serta berfoto.

“Dulu sempat lihat yang di Bantul, tapi belum sempat datang ke sana sudah bunganya mati. Terus sekarang ada di Glagah, jadi segera ke sini. Tempatnya bagus, tapi kalau ditambah properti untuk berfoto bisa lebih bagus lagi, seperti pagar, kursi, atau ayunan,” imbuhnya.(Panuju Triangga-70)

Berita Lainnya