15 Februari 2018 | Suara Kedu

Bela Diri Diusulkan Jadi Ekstrakurikuler Wajib

WONOSOBO- Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Wonosobo mendorong kegiatan bela diri menjadi ekstrakurikuler wajib di kalangan pelajar. Dorongan itu menyusul adanya keprihatian tindakan kekerasan hingga pengeroyokan di kalangan pelajar yang terjadi di beberapa wilayah.

Ketua IPSI Wonosobo, Sumekto Hendro menyebutkan, kegiatan bela diri diawali dengan penguatan karakter. Sebab, bela diri bukan mengajarkan perkelahian atau kanuragan, tetapi juga kedisiplinan, sportivitas dan budi pekerti. “Kami mendorong semua pihak, guru, orang tua dan pemerintah bersatu, berkomitmen membangun karakter bersama.

Hidupkan titik-titik kegiatan positif bagi remaja dan pemuda di Wonosobo,” ungkapnya, kemarin. Pihaknya sangat prihatin dengan kasus pengeroyokan anak SMP terhadap anak MTs di wilayah Wadaslintang Januari lalu, bahkan sampai berujung kematian.

Kasus seperti itu semestinya bisa dihindari, seandainya para pelajar bisa berkegiatan positif dan tidak mudah terpengaruh oleh tayangan sinetron yang tidak mendidik. “Meski pun saya belum tahu motifnya, tetapi kasus seperti itu patut disesalkan dan tidak perlu lagi terjadi. Sekolah harus memperbanyak kegiatan positif,” tandas dia.

Kegiatan-kegiatan positif tersebut bisa berbentuk olahraga, pengajian dan kegiatan lain. Itu untuk mengurangi kasus-kasus kejahatan di kalangan remaja, khususnya pelajar di Wonosobo. Berkelahi, katanya, merupakan hal yang sangat terpaksa. Jika memang bisa, harus dihindari. (mar-41)

Berita Lainnya