15 Februari 2018 | Suara Kedu

Asprov DIY Diterpa Masalah

YOGYAKARTA- Kondisi internal Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIJ diterpa badai mundurnya beberapa anggota executive comittee (Exco). Apalagi Komite Pemilihan (KP) yang pekan lalu telah mempertemukan semua anggota Exco, juga tidak bisa memberikan keterangan. “Kami sepakat yang akan menyampaikan ke media adalah ketua umum.

Kami hanya menyampaikan pertemuan dengan KP dihadiri enam Exco, yaitu Ketum Bambang Giri Dwi Kuncoro, anggota Exco Sigit Sapto Raharjo, Bagus Nur Edi Wijaya, Sukoco, Affan Kurniawan dan Dwi Irianto sebagai waketum,” kata Ketua Komite Pemilihan Armando Pribadi, kemarin.

Menurut Armnado, pihaknya hanya bertindak selaku tim mediasi para Exco yang sebelumnya mengajukan pengunduran diri. Komisi Pemilihan pun kemudian mendudukkan semua pihak untuk bisa bertemu dan menyelesaikan kondisi internal di kepengurusan Exco Asprov.

“Hasilnya seperti apa biar ketum yang menyampaikan, karena termasuk hak prerogatif ketum. Tapi kami rasa mengarah ke hal yang positif,” ungkap pria yang juga ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) DIY itu.

Di sisi lain, Ketua Umum Asprov PSSI DIY, Bambang Giri Dwi Kuncoro tidak segera membeberkan hasil pertemuan dan penyelesaian kondisi internal Asprov.

Beberapa kali dihubungi wartawan, pihaknya enggan menjelaskan masalah tersebut. “Lebih baik mesti ketemuan biar lebih jelas,” sambung Bakun (sapaan akrabnya) saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Namun, hingga kemarin belum juga ada rencana ketua umum mengadakan pertemuan menjelaskan kondisi Asprov DIY saat ini. Keadaan tersebut tentu cukup disesalkan beberapa pegiat sepak bola di DIY. Wakil ketua Askab PSSI Bantul, Susilo Marwoto berharap semua pihak bisa menurunkan egonya.

Pihak yang menyatakan mundur beberapa waktu lalu, dimintanya mengingat kembali komitmennya saat mencalonkan diri.†Sedangkan di sisi lain, pihak ketum sebagai orang baru perlu menjalin kekompakan dan menggandeng semua pihak.

Termasuk segera mempelajari tugas-tugasnya sebagai pemimpin organisasi. “Jangan sampai jadi preseden buruk lah. Karena bisa menjadi contoh yang tidak baik bagi Askab yang ada di bawahnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Askab Sleman, Wahyudi Kurniawan mengaku, sejak pemilihan dalam kongres sebelumnya, dia menilai ada yang tidak benar ketika pemilihan. Yakni mulai dari calon dan sebagainya. “Sekarang kami wait and see dulu,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua Askot Kota Jogja, M Irham hanya berharap dan mendoakan yang terbaik buat semuanya. Khususnya buat stakeholder dan insan sepak bola DIY. (K15-70)

Berita Lainnya