image

SM/Benny Benke - Reza Asril Sjarfi dan kawan-kawan

15 Februari 2018 | Selebrita

Konser Musik Klasik Reza

JAKARTA- Pianis Reza Asril Sjarfi akan menggelar konser musik ”Romantic Schizoprenic”, Jumat (2/3), di Goethe Institute Menteng, Jakarta.

Reza berharap konser itu kelak makin menempatkan musik klasik di aras sebenarnya sekaligus mendekatkan ke penikmat awam. ”Belajar musik klasik seperti belajar kehidupan.

Setiap not mempunyai arti yang memperkuat dan menghidupi not lain,” kata Reza di Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (13/2). Dalam konser musik itu, Reza akan berkolaborasi dengan empat musikus lain.

Mereka adalah pemain biola atau violin, celo, wanita penyanyi soprano, dan pria penyanyi baritone. Mereka bergabung dalam grup Chamber Music Escala. Pertunjukan musik klasik itu dimentori musikus klasik senior Ary Sutedja. Dia dikenal sebagai pianis kelas dunia asal Indonesia.

Ary Sutedja menuturkan Reza mempersiapkan konser itu dalam waktu relatif singkat. ”Saya telah menjadi mentor Reza sejak Oktober tahun lalu. Reza mampu secara kental menuangkan isi jiwa dalam karyanya yang akan ditampilkan pada konser itu.

Saya yakin penonton akan sangat menikmati dan tidak akan beranjak dari tempat duduk hingga pergelaran selesai,” katanya. Dia menyatakan musik klasik memang tidak masuk kategori musik arus utama di Indonesia.

Namun musik itu sudah sangat lama eksis di dunia, terutama di Eropa. ”Meski belum menancap kuat di kalangan masyarakat awam Indonesia, jika dibandingkan dengan pop, apalagi dangdut, musik klasik sudah membuktikan kehadirannya dalam literatur musik dunia,” katanya.

Konser Pertama

Reza mengemukakan tema konser ”Romantic Schizoprenic” terinspirasi dari kata ”skizofrenia” yang merupakan istilah kejiwaan. Konser berdurasi satu setengah jam itu merupakan konser pertama bagi Reza dalam perjalanan karier sebagai pianis. Lahir 30 tahun silam, Reza menamatkan S-1 Komunikasi Universitas Indonesia pada 2004.

Dia mendalami musik secara autodidak, termasuk pada salah satu pianis klasik Indonesia, Pudjiwati Effendi. ”Reza punya gairah dan emosi sangat menyentuh dalam membawakan musik klasik sekaligus penuh improvisasi,” ujar Pudjiwati, putri menteri luar negeri pertama Mr Achmad Soebardjo.

Ary Sutedja juga berharap musikus klasik muda seperti Reza dan kawan-kawan bisa makin mendekatkan musik klasik ke masyarakat luas. Caranya dengan memperbanyak frekuensi pertunjukan di depan publik dalam format sederhana dan terjangkau publik luas. ”Jadi citra musik klasik yang seolaholah tak terjangkau pun gugur.”(G20-44)

Berita Lainnya