15 Februari 2018 | Internasional

54 Warga Palestina Tewas Akibat Penolakan Medis Israel

GAZA- Setidaknya 54 warga Palestina harus kehilangan nyawa sepanjang tahun lalu gara-gara Israel menolak permohonan izin medis yang diajukan.

Dalam sebuah pernyataan bersama pada Selasa (13/2) waktu setempat, Pusat HAM Al Mezan yang berbasis di Gaza, Amnesti International, Human Rights Watch, Bantuan Medis untuk Orang Palestina (MAP), dan Dokter untuk Hak Asasi Manusia Israel (PHRI), menyoroti kebutuhan mendesak Israel untuk mengakhiri pengepungannya selama satu dekade di Jalur Gaza.

Mereka menyatakan, sepanjang tahun 2017 pihak berwenang Israel menyetujui kurang dari setengah permintaan izin medis yang diajukan, yang terkait dengan konsultasi dan sesi perawatan di rumah sakit di wilayah pendudukan dan wilayah Israel. Ini merupakan tingkat yang terendah sejak 2008. Lebih dari 25.000 permintaan izin diajukan ke pihak berwenang Israel.

Dari jumlah tersebut, 719 ditolak, seringkali dengan dalih keamanan. Sebanyak 11.281 permintaan lainnya masih menunggu persetujuan. Ini berarti ribuan orang berada dalam bahaya. Samir Zaqout, direktur Al Mezan, mengatakan bahwa alasan yang disampaikan tidak rasional.

”Israel berada di bawah kewajiban hukum untuk memfasilitasi kebebasan bergerak rakyat Palestina. Ini diputuskan ketika blokade tersebut tidak hanya membatasi warga Gaza yang memiliki hak untuk bergerak bebas, tapi juga menghukum orang yang memiliki hak untuk mengakses layanan kesehatan,” katanya.

Pada 2007, setelah kemenangan pemilihan Hamas atas wilayah tersebut, Israel memberlakukan blokade darat, udara, dan laut yang ketat di Gaza.

Sementara pada 2013, negara tetangga Mesir, yang sebagian besar telah menutup persimpangan perbatasannya dengan Gaza, memblokir terowongan yang menghubungkan Gaza dengan kapal el- Arish Mesir, sehingga menutup satu-satunya jalan ke luar wilayah.(aljazeera-nay- 53)

Berita Lainnya