image

BUKA KEJUARAAN : Ketua Panitia Unimus Open Jateng-DIY 2017 Sukojo, bersama Kepala Dispora Kota Semarang Gurun Risyadmoko, anggota DPR RI Yayuk Basuki dan Rektor Unimus Prof Masrukhi membuka kejuaraan di kampus Unimus Kedungmundu Semarang, Jumat (22/12).

22 Desember 2017 | 19:16 WIB | Raket

94 Peserta Ikuti Unimus Open Jateng-DIY 2017

SEMARANG, suaramerdeka.com- Sebanyak 94 peserta dari sembilan perguruan tinggi jaringan Muhammadiyah di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta berpartisipasi dalam turnamen tenis terbuka Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Unimus Open Jateng-DIY 2017 di kampus Unimus, 22-23 Desember.

Kesembilan tim yang bersaing adalah Unimus A, Unimus B, PDM Jepara, PDM Kendal, PDM Sukoharjo, UMP (Purwokerto), Universitas Ahmad Dahlan (Yogyakarta), UMY (Yogyakarta), UMS (Solo) dan UM Purworejo.

Rektor Unimus Prof Dr H Masrukhi MPd mengatakan Ada tiga katagori peserta yang bertanding. Yakni mahasiswa, kelompok usia 40 tahun, dan kelompok usia di atas 50 tahun. Adapun nomor yang dipertandingkan adalah nomor beregu yang masing-masing tim terdiri atas  ganda putra 51 tahun, 41 tahun ke atas tahun dan ganda umum (bebas usia).

''Gagasan mengadakan kejuaraan tenis antarperguruan tinggi Muhammadiyah ini sudah lama dirintis. Acara milad Unimus dan lapangan baru, dijadikan momentum untuk penyelenggaraan even ini,'' kata Prof Masrukhi.

Acara yang dibuka Jumat (22/12) pagi ini dihadiri mantan ratu tenis nasional Yayuk Basuki. Wanita yang juga anggota Komisi X DPR RI tersebut mengapreasi penyelenggaraan kejuaraan yang digelar kali pertama itu. Adapun Unimus Open Jateng-DIY 2017 juga  diselenggarakan dalam rangka memperingati milad ke-105 Muhammadiyah.

'''Saya mengapresiasi. Apalagi Unimus punya lapangan baru, dan harapannya bisa menghidupkan gairah olahraga di Tanah Air, khususnya tenis. Saya mendukung, bukan karena tenis cabang saya, tapi olahraga itu penting untuk kebugaran,'' kata Yayuk.

Dia berharap, cabang tenis tetap diminati oleh masyarakat Indonesia dan melahirkan petenis andal. Karenanya pembinaan tenis sejak usia dini mutlak dilakukan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang, Gurun Risyadmoko yang membuka kegiatan mewakili wali kota Semarang berharap, even ini bisa dijadikan tradisi sebagai sarana berolahraga dan mempererat tali silaturahmi. Jika bisa dia ingin tiap tahun rutin diselengarakan.

 

(M Alfi Makhsun /SMNetwork /CN26 )