image

Foto: Istimewa

22 Januari 2018 | 05:17 WIB | Cabang Olahraga

Sunoto Butuh Dua Ronde Lumpuhkan Petarung Kamboja

JAKARTA, suaramerdeka.com- Petarung Indonesia, Sunoto dan Stefer Rahardian memenuhi janjinya pada ajang One Championship 2018. Dua fighter andalan Merah Putih itu sukses meraih kemenangan atas lawan-lawannya pada kejuaraan tarung bebas profesional di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (20/1) malam.

Sunoto, petarung asal Blora ini bahkan hanya membutuhkan waktu dua ronde untuk melumpuhkan atlet Kamboja, Rin Saroth di kelas bantam. Fighter berjuluk The Terminator tersebut mampu mengendalikan pertarungan di atas ring. Sebelum mengalahkan Saroth, ia terlebih dulu menjatuhkan lawan di atas matras dengan serangan kuncian.

Kuncian memang menjadi andalan mantan karateka nasional tersebut. Terbukti, sejak ronde pertama, ia sering menjatuhkan lawan agar mudah menguncinya. Namun upaya kuncian di babak awal belum sempat membuat Rin Saroth menyerah.

Sunoto yang kalah usia dengan lawan, mencoba tampil dengan teknik kuncian lagi di ronde selanjutnya. Sebab jika hanya mengandalkan pukulan, Sunoto bisa jadi kalah stamina. Maklum, ia sudah berumur 34 tahun, sedangkan sang lawan baru berusia 24 tahun.

Karena itu, jurus kuncian selalu diperagakan dan itu berhasil diterapkan pada ronde kedua. Sebelum bel babak kedua berakhir, petarung flamboyan ini mampu menerapkan locking Americana hingga membuat Saroth menyerah. "Rasanya bahagia bisa menang. Terima kasih untuk One Championship, keluarga saya dan pendukung saya yang selalu memberikan support," ujar Sunoto.

Sementara Stefer Rahardian menang angka atas petarung Pakistan, Muhammad Imran di kelas terbang. Dalam pertarungan yang disaksikan ribuan penikmat tarung bebas itu, Rahardian cukup mendominasi pertandingan selama tiga ronde. Ia benar-benar memanfaatkan kemampuannya untuk menjatuhkan Imran berkali-kali, lalu melakukan berbagai teknik kuncian. Ketiga juri akhirnya memberikan nilai tertinggi untuk Rahardian, yang mengangkat tangannya untuk kemenangan mutlak.

Kejuaraan ini juga menampilkan beberapa fighter wanita. Petarung Indonesia, Priscilla Hertati Lumbangaol yang tampil di kelas atomweight, berhasil mengakhiri pertarungan lawan asal Malaysia, Audreylaura Boniface dengan serangan yang spektakuler. Dengan kemampuan wushu dan sanda, Lumbangaol menghujani Boniface dengan serangan sepanjang ronde pertama berlangsung dan menghentikannya dengan berbagai serangan kombinasi.

Adapun laga puncak menampilkan Xiong Jing Nan (China) versus Tiffany Teo (Singapura). Pada pertandingan itu, Xiong mencatatkan dirinya sebagai petarung wanita pertama yang meraih gelar One  Women’s Strawweight World Champion, setelah mengalahkan Tiffany di ronde keempat

(Arif M Iqbal /SMNetwork /CN26 )