image

BERI MAKAN: Andra Bharada, owner Farm House Dieng Batur, Banjarnegara memberi makan domba Merino yang pernah menjadi juara Lomba Kambing tingkat Kabupaten Banjarnegara. (suaramerdeka.com / Ali Arifin)

23 Januari 2018 | 19:45 WIB | Wisata

Dirintis, Wisata Memberi Makan Kambing

  • Lucu dan Menggemaskan

ANDRABharada, seorang warga Wonosobo tengah merintis wisata edukatif untuk anak-anak usia sekolah. Wisata itu dinamakan Memberi Makan Kambing (MMK). ''Mungkin kedengaran aneh di telinga kita. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan. Wisata kok memberi makan kambing. Namun bagi mereka yang tinggal di kota, wisata ini sangat mengasyikan," jelas Andra, saat ditemui di kandang kambingnya yang juga embrio Farm Dieng, Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara.

Ayah dari Yulianto Adi Nugroho dan Sista Putri Utami, buah kasihnya dengan Jingga Adistya, tersebut kini tengah sibuk berburu kambing atau domba super atau unggul di wilayah Dataran Tinggi Dieng. Tujuannya domba-domba super itu agar tidak punah dan tetap terjaga kelestariannya.

"Saya berhasil mengoleksi domba yang sudah tiga kali juara kontes ternak tingkat Kabupaten Banjarnegara. Beratnya sekitar 150 kg. Selain itu juga ada domba juara I katagori indukan. Saya berusaha mempertahankan domba-domba super dari Batur agar bisa dibudidayakan di daerah Batur. Yang keluar dari Batur biarlah yang turunannya," kata dia

Domba Batur atau Merino merupakan hasil persilangan antara domba Merino (Australia) dan domba ekor tipis dengan sebaran asli geografis di Kecamatan Batur, Banjarnegara dan sekitarnya. Merino memiliki bobot maksimal hingga 150 kg dan memiliki wol yang lebat dan halus.

Di dalam kandang milik Andra di Dieng sudah terkoleksi sekitar 30 ekor Merino. Ada yang dari jenis standar yang beratnya di bawah 100 kg, ada pula yang super dengan berat sekitar 150 kg. "Ciri Merino super adalah badannya bulat karena gemuk, bentuk muka agak kotak dan bulu tumbuh sampai atas hidung. Melihat domba-domba lucu-lucu dan menggemaskan, terlebih lagi saat diberi makan. Hal itu yang menginspirasi saya untuk membuat wisata MMK," katanya.

Ditawar Rp 30 Juta

Didampingi Komedi, Manajer Operasional Dieng Farm, Andra berniat membuat paket wisata MMK. "Kami sediakan puluhan ekor kambing yang jenis standar dan super. Kemudian, wisatawan datang memberi makan kambing dengan pakan yang telah kami sediakan. Baik itu wortel, rumput gajahan, pohon jagung, kol, seledri, dan hijau-hijauan lainnya," ujar Komedi.

Tujuan wisata MMK itu adalah mengajari sekaligus mendekatkan anak-anak usia sekolah (SD-SMA) dengan dunia ternak. Sehingga diharapkan di antara mereka ada yang bercita-cita jadi peternak. Tidak dilarang pula selfie dengan domba-domba itu. "Saat saya kecil dulu cita-cita favorit adalah dokter, guru, pegawai negeri, tentara, polisi, dan insinyur. Kami berharap ke depan banyak anak-anak yang berani bercita-cita jadi peternak domba," kata dia

Sebab, potensi ekonomi beternak Merino sangat besar. Selain harganya cukup tinggi, permintaan pasar di Jateng dan Jatim juga tinggi. Harga domba pedaging ini yang bulunya menutupi muka bisa mencapai Rp 6 juta per ekor, adapun yang sudah berumur 14 bulan dengan ukuran 80 kg bisa laku Rp 3,5 juta/ekor. Bahkan untuk domba super dengan bobot 150 kg yang berumur satu hingga dua tahun harganya puluhan juta rupiah.

Alih-alih mempertahankan domba Merino super agar bertahan di Batur, Dieng, Banjarnegara, ternyata sudah ada dua orang yang menawar domba milik Andra yang beratnya sekitar 150 kg itu. "Ada dua orang yang menawar Rp 25 juta dan Rp 30 juta. Padahal sudah kami jelaskan, domba-domba super ini akan kami budidayakan dan akan dijadikan bahan edukasi sekaligus objek wisata anak-anak sekolah," katanya.

(Ali Arifin /SMNetwork /CN26 )